Blitar, memo.co.id
Bencana angin puting beliung yang melanda wilayah Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, meninggalkan jejak kerusakan di permukiman warga. Sedikitnya 31 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, mayoritas akibat genteng rontok diterpa angin kencang. Sementara sekitar 10 rumah lainnya rusak lebih parah setelah tertimpa pohon tumbang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam dan langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Blitar. Hingga Sabtu (30/1/2026) pagi pukul 10.00 WIB, Bupati Blitar Rijanto turun langsung ke lokasi bencana di Dusun Sumbernanas untuk memastikan penanganan korban berjalan cepat dan tepat.
Baca Juga: PJT I Jadwalkan Flushing Wlingi-Lodoyo Mulai 18 Mei 2026, Warga Diminta Jauhi Sungai Brantas
“Sejak tadi malam kami sudah melakukan pemantauan. Rekan-rekan dari Tagana dan BPBD langsung bergerak agar dampak bencana ini bisa segera ditangani semaksimal mungkin,” ujar Rijanto di sela-sela kunjungannya.
Orang nomor satu di Kabupaten Blitar itu menegaskan, rumah warga yang mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon akan menjadi prioritas penanganan. Ia memastikan tidak ada warga yang dibiarkan berlama-lama hidup dalam kondisi terdampak bencana.
Baca Juga: Dugaan Pelecehan Seksual di Kampus, BPP UNU Blitar Akhirnya Nonaktifkan Dosen
Bersamaan dengan kehadiran Bupati, sejumlah relawan dari berbagai elemen turut bergerak cepat. Terlihat relawan Peduli Kasih, Bagana NU, Dinas Sosial, serta Tagana mendirikan dapur umum di sisi masjid setempat. Bantuan sembako pun mulai disalurkan untuk meringankan beban para korban.
Kunjungan Bupati Blitar tersebut juga didampingi unsur Forkopimcam. Hadir di lokasi Kapolsek Ponggok AKP Tri Muliarso, Danramil 0808/07 Ponggok Kodim 0808/Blitar Kapten Inf Ariefan Dedy Santosa, serta Camat Ponggok Yudho Ismaryanto, S.STP., M.M.
Baca Juga: MAKI Ingatkan Pentingnya Clean Governance dalam Pemilihan Ketua KONI Blitar
Kebersamaan unsur pemerintah daerah itu tampak nyata di lapangan. Mereka berbaur bersama warga dan relawan, bergotong royong membersihkan sisa-sisa dahan dan batang pohon yang menimpa rumah warga. Sedikitnya 15 unit mesin senso dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan.












