Memo.co.id
Peneliti Madya Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Kominfo Yogyakarta, Daru Nupikso mengatakan, Digital Entrepreneurship Academy (DEA)merupakan program yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan SDM, Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bekerja sama dengan Mitra Global Tech Company, perguruan tinggi, dan start-up lokal.
“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk upskilling atau reskilling bagi pelaku usaha atau yang merintis karier usaha, menyiapkan pengusaha tangguh yang memanfaatkan platform digital serta turut membantu meminimalisir pengangguran terbuka,” katanya.
Sementara Sub Koordinator Pengembangan SDM, Fransiska Rosilawati menambahkan, untuk Kota Tegal sasaran program ini adalah mencetak Digital Entrepreneur (Digipreneur) baru untuk meningkatkan skill ketrampilan masyarkat Indonesia di bidang digital.
“Targetnya sendiri ada 22.000 orang dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi era revolusi industri 4.0,” terangnya.
Menurutnya, para pelaku UMKm banyak dibekali materi, di antaranya tentang creative content, business model canvas, membuat website sebagai media komunikasi digital, search engine optimization, creative curent and copywriting dan pengelolaan aplikasi sosial media untuk bisnis marketplace.
Sekertaris Diskominfo Kota Tegal, Daryati berharap, para pelaku UMKM di Kota Tegal akan lebih mudah melakukan transaksi usahanya dengan online.
Pasalnya, di masa pandemi ini, para pelaku usaha harus biasa membuka diri dan mengikuti arus sembari berinovasi dengan fasilitas digital.
“Kami berharap semua peserta dapat merasakan hasil dari mengikuti DEA merasakan transaksi online bisa menghemat energi pelaku usaha dan konsumen sehingga resiko penularan Covid-19 juga berkurang,” tuturnya.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












