Airlangga juga menambahkan bahwa angka tersebut cukup signifikan jika dilihat dari perspektif berbagai daerah.
“Setiap daerah memang berbeda-beda, tetapi kita akan membahasnya lebih lanjut,” katanya.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, turut angkat bicara mengenai program makan siang gratis ini. Menurutnya, program ini bisa dijalankan dengan menggunakan produk pangan dalam negeri.
“Program gizi ini termasuk sayur-sayuran, yang semuanya produksi dalam negeri. Telur, kita swasembada, daging ayam kita swasembada, ikan pun melimpah,” paparnya.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Amran juga menegaskan bahwa Kementerian yang dipimpinnya telah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dan akan melakukan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan program ini.
Kontroversi Anggaran Makan Siang Gratis: Pandangan Menteri dan Pembahasannya
Meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan menteri terkait kecukupan anggaran makan siang gratis, banyak dari mereka menganggap angka Rp7.500 per anak sudah memadai. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, berpendapat bahwa jumlah tersebut sudah cukup besar, terutama untuk daerah-daerah tertentu di Indonesia.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan












