Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Pandangan Menteri Terkait Pengurangan Anggaran Makan Siang Gratis

Alfi Fida
×

Pandangan Menteri Terkait Pengurangan Anggaran Makan Siang Gratis

Sebarkan artikel ini
Pandangan Menteri Terkait Pengurangan Anggaran Makan Siang Gratis
Pandangan Menteri Terkait Pengurangan Anggaran Makan Siang Gratis

Airlangga juga menambahkan bahwa angka tersebut cukup signifikan jika dilihat dari perspektif berbagai daerah.

“Setiap daerah memang berbeda-beda, tetapi kita akan membahasnya lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, turut angkat bicara mengenai program makan siang gratis ini. Menurutnya, program ini bisa dijalankan dengan menggunakan produk pangan dalam negeri.

“Program gizi ini termasuk sayur-sayuran, yang semuanya produksi dalam negeri. Telur, kita swasembada, daging ayam kita swasembada, ikan pun melimpah,” paparnya.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

Amran juga menegaskan bahwa Kementerian yang dipimpinnya telah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dan akan melakukan pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan program ini.

Kontroversi Anggaran Makan Siang Gratis: Pandangan Menteri dan Pembahasannya

Meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan menteri terkait kecukupan anggaran makan siang gratis, banyak dari mereka menganggap angka Rp7.500 per anak sudah memadai. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, berpendapat bahwa jumlah tersebut sudah cukup besar, terutama untuk daerah-daerah tertentu di Indonesia.

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan