“Masyarakat tidak bermaksud mengenyampingkan pemerintah. Tapi kalau menunggu terlalu lama, jalan ini bisa makin rusak dan sulit dilalui. Ini murni inisiatif warga,” jelasnya.
Hasil dari kebersamaan tersebut cukup signifikan. Jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer yang menghubungkan Desa Gunung Gede hingga Tambakrejo kini mulai dapat dilalui dengan lebih layak.
Rofi menambahkan, semangat gotong royong ini menjadi bukti bahwa kekuatan masyarakat masih sangat besar dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan mereka.
“Kalau masyarakat bersatu, gotong royong seperti ini bisa memperbaiki jalan rusak tanpa harus menunggu program pemerintah yang memakan waktu lama,” imbuhnya.
Aksi solidaritas ini pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak, sebagai contoh nyata kolaborasi masyarakat dalam menjaga akses vital yang menunjang roda perekonomian di wilayah pesisir Blitar Selatan.












