“Kedepankan pendekatan humanis terkait edukasi hingga penegakan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat. Karena kita belum melakukan penindakan terlebih dahulu, lebih baik masyarakat kita edukasi untuk tertib prokes dan tertib lalu lintas,” ujarnya.
Ia mengatakan sasaran operasi ini, antara lain semua bentuk kegiatan masyarakat yang berpotensi menyebabkan klaster baru penyebaran COVID-19, titik-titik kerumunan masyarakat, dan masyarakat yang tidak patuh prokes.
“Kemudian masyarakat yang tidak disiplin berlalu lintas, lokasi rawan pelanggaran, dan kecelakaan lalu lintas,” tukasnya.












