NGANJUK, MEMO – Ini adalah wujud program inovasi desa yang patut diapresiasi menuju ” Nglawak Melesat “.
Begitu prolog Bupati Nganjuk, Marhaen Jumadi saat setelah melakukan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti sebagai tanda peresmian ( Louncing) 14 unit rumah toko ( ruko) pada hari Minggu ( 10/08/2025).

Dalam sambutanya, orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk ini berpesan singkat di hadapan jajaran Pemdes dan warga Desa Nglawak serta jajaran Forpimcam Kertosono jaga dan beli produk unggulan lokal.
Didampingi Kepala Desa Nglawak Muryanto , Bupati Nganjuk juga menegaskan bahwa pembangunan ruko seperti ini adalahi bukti konkret bahwa tata kelola keuangan desa masuk katagori tertib dan efisien.

Karena di dalam inovasi ini memiliki tujuan jangka panjang yaitu membangun misi ekonomi kerakyatan juga upaya mendongkrak PAD.
Dua sisi tujuan utama ini disampaikan Kang Marhaen panggilan akrab bupati wajib dipertahankan. Nilai plusnya lagi jika Pemdes bisa mengembangkan penambahan ruko lagi justru Pemdes Nglawak benar benar melesat.

Karena masih kata Kang Marhaen identitas atau karakter sebuah desa dikenal publik terukur dari bagaimana desa tersebut berani berinovasi positip dalam rangka mengembangkan potensi desanya untuk tujuan jangka panjang yaitu memperkuat pondasi ekonomi kerakyatan.
Saat diwawancarai sejumlah awak media, dengan inovasi seperti ini apakah bisa dimungkinkan pemerintah daerah akan memberikan reward kepada desa ?
.
Disampaikan Kang Marhaen tentunya bisa. Karena kriteria penghargaan untuk desa itu jelas yaitu jika tata kelola keuangan dana desanya sehat dan bisa dipertanggungjawabkan.
” Tentunya bisa, dengan catatan tata kelola keuangan dana desanya harus bagus dan secara administrasi bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Bupati usai melakukan ramah tamah.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Muryanto menjelaskan dari 14 unit ruko yang dibangun menggunakan dana desa ( DD) tersebut seluruhnya sudah laku disewa para pedagang .
” Sesuai konsep awal, penyewa wajib dari warga setempat,” terang Kades.

Diinformasikan juga bahwa lokasi pembangunan 14 unit ruko tersebut cukup strategis. Konsep penataan ruanganya juga mendukung. Di depan area ruko rencana akan dibangun Ruang Terbuka Hijau ( RTH). Di dalamnya akan dilengkapi taman buatan juga alat peraga mainan anak anak.
” Pembangunan ruko dan tempat ruang terbuka hijau ini tujuannya tidak lain dikonsep sebagai tempat refresing masyarakat luas. Artinya pemdes menyediakan wisata satu paket. Selain wisata kuliner juga wisata hiburan.Upaya promosinya pemdes akan koordinasi dengan dinas pariwisata atau dinas Kominfo Kabupaten Nganjuk,” ujar Kades Muryanto.

Sementara itu dikatakan Iwantoro salah satu penyewa ruko berharap kepada pemdes untuk bisa mensupport agar kawasan wisata satu paket ini bisa ramai pengunjung.
” Harapan kelompok pedagang tidak lain barang dagangannya bisa laku terbeli pengunjung. Konsekwensi pedagang pelayanan dan harga ramah, menjaga mutu rasa dan terpenting lagi siap menyajikan menu higenis dan halal,” papar Iwantoro
Diinformasikan juga oleh Iwantoro bahwa dari 14 unit ruko tersebut ukuranya sama yaitu 4 x 7 meter. Untuk biaya sewanya per tahun disepakati Rp 2,5 juta. ( Adi )












