NGANJUK, MEMO – Meski usia masih tergolong muda ( 10 tahun), namun kiprah nyata keluarga besar lembaga pendidikan SMK Bhakti Nurma Husada ( BNH) Ngronggot, Nganjuk dalam berkontribusi membentuk mental, intelektual dan spiritual anak didiknya tampaknya tidak setengah hati.
Itu sesuai dengan visi mis SMK berbasis pendidikan kesehatan ini. Yaitu mencetak peserta didik yang berkarakter, ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif guna menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berakhlak.
Di bawah kepemimpinan Hariyanto Wijaya atau akrab disapa Mas Riyan ini kepada memo.co.id mencuplik obrolan seputar kebijakan sekolah ketika peserta didik melanggar tata tertib ( tatib) sekolah.

Prilaku melanggar dijelaskan Mas Riyan erat hubungannya dengan pola karakter siswa. Untuk itu sekolah menerapkan metode upaya preventif, edukatif dan solutif. Salah satunya dengan mengimplementasikan program pendidikan karakter dan mental siswa bekerjasama dengan TNI / Polri.
” Lewat MoU antara lembaga sekolah denganTNI/Polri semoga menjadi metode tepat guna dalam rangka membentuk karakter anak anak didik kami menjadi generasi emas bukan lagi generasi besi,” ucap Mas Riyan di ruang kerjanya.
Dan itu dibuktikan, tepatnya ada sekitar 14 anak kelas X berbagai jurusan dan pelanggaran di sekolah, pada Rabu siang ( 14/10/2026) menerima arahan dari Polsek Ngronggot melalui Unit Binmas ( pembinaan masyarakat) di ruang SPKT.

Dari 14 siswa tersebut sesuai catatan melanggar tata tertib ( tatib) sekolah yaitu membawa hand phone( HP) saat belajar di ruang kelas, merokok di lingkungan sekolah dan perkelahian antar siswa.
” Bentuk pelanggaran sekecil apapun , lembaga tetap komitmen akan melakukan koordinasi dengan pihak TNI/Polri untuk dilakukan pembinaan kepada anak didik kami. Biasanya proses pembinaannya lima kali pertemuan,” ungkap Mas Riyan juga.
Untuk diketahui , metode pembentukan karakter siswa di SMK Bhakti Norma Husada (BNH) Nganjuk dilakukan melalui beberapa pendekatan utama yang terintegrasi dalam kegiatan sekolah.

Diantaranya pelaksanaan kegiatan khusus seperti Pendidikan Karakter dan Moral (bekerja sama dengan instansi militer seperti Brigif 16/WY) untuk membentuk kedisiplinan, ketahanan mental, serta jiwa korsa siswa.
Termasuk metode melalui kegiatan sekolah saat setelah anak menjadi siswa baru . Yaitu masa pengenalan lingkungan sekolah ( MPLS).
” Kegiatan ini bertujuan bagi peserta didik baru yang dirancang tidak hanya untuk mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kolaboratif, daya saing, serta kedisiplinan sejak hari pertama,” papar Mas Riyan juga.

Selain itu , SMK BNH juga menerapkan kebiasaan-kebiasaan kecil yang konsisten di lingkungan sekolah untuk melatih rasa tanggung jawab, moralitas, dan ketertiban siswa.
” Program pembinaan karakter dan mental siswa seperti ini adalah bentuk nyata bahwa penyelamatan generasi bangsa dari krisis moral adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya. ( Adi )












