“Fakta hukum jangan dibelokkan dengan asumsi yang belum terbukti. Proses persidangan masih berlangsung dan terbuka untuk umum. Mari hormati hukum dan jangan menyebarkan narasi menyesatkan,” tegasnya.
Rangkaian Pertemuan dan Dugaan Pengamanan Situs Judi
Dalam pembacaan dakwaan oleh jaksa, terungkap bahwa pertemuan antara Budi Arie dan dua terdakwa berlangsung pada 19 April 2024. Setelah pertemuan itu, kedua terdakwa disebut mendapat restu untuk pindah ke divisi yang menangani pemblokiran situs.
Baca Juga: KPK Geledah Rumah Gatut Sunu di Surabaya dan Sita Uang Puluhan Juta Rupiah
Bahkan, jaksa menyebut bahwa ada upaya sistematis dalam menjaga agar ribuan situs judi online tidak diblokir dengan imbalan dana bulanan dari para pelaku industri ilegal tersebut. Para terdakwa kemudian membagi tugas, mulai dari penghubung, penyortir situs, bendahara, hingga kontak langsung dengan agen perjudian.
Namun demikian, tidak ada bukti dalam dakwaan yang menunjukkan bahwa Budi Arie menerima keuntungan dari pengaturan tersebut, melainkan hanya disebut dalam konteks hubungan personal dan pertemuan informal.
Baca Juga: KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Tulungagung Cari Bukti Tambahan Kasus Pemerasan OPD
Proses Hukum Masih Berlangsung
Sidang ini akan terus berjalan dan publik diimbau untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Pihak Kejaksaan dan penyidik akan menguji setiap pernyataan dan bukti di pengadilan.
Sebagai bagian dari proses demokrasi dan supremasi hukum, penting untuk memastikan bahwa setiap informasi yang tersebar ke masyarakat telah terverifikasi dengan baik dan tidak berdasar pada asumsi atau manipulasi data.
judi online Kominfo , nama Budi Arie, framing dakwaan
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta












