Menyerahkandiri ke Polisi, Ini Kronologi Suami Cekik Istri di Rumah Kosong

  • Whatsapp
Menyerahkandiri ke Polisi, Ini Kronologi Suami Cekik Istri di Rumah Kosong
Suami Curigai Istrinya Selingkuh, Picu Pertengkaran dan Berujung Pembunuhan di Rumah Kosong

Malang, Memo |

Kronologi suami cekik istri di rumah kosong, di Krajan Desa Gondanglegi Kab Malang, terungkap, setelah Alimuddin (38) pelaku pencekik leher istrinya sendiri, menyerahkan diri ke Mapolres Malang, Kamis malam.

Bacaan Lainnya

Aksi cekik leher tersebut dilatar belakangi dugaan perselingkuhan yang berujung ke proses perceraian di kantor Pengadilan Agama setempat. Setelah menjalani sidang perceraian, pasangan suami istri itu bertemu, untuk rencana belanja keperluan anaknya.

Suami Curigai Istrinya Selingkuh, Picu Pertengkaran dan Berujung Pembunuhan di Rumah Kosong

Proses perceraian pasangan suami istri di Krajan Desa Gondanglegi Selatan Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, tak membuat pasangan yang oerkawinannya kandas di tengah jalan itu, berhenti untuk jalan jalan berdua.

Sebab, meski kandas, Alimuddin (38) dan Wiwik Lestari (30), sudah dikaruniai dua anak yang masih kecil kecil, dan memerlukan kasih sayang kedua papa dan mama yang tak lagi terikat dengan perkawinan itu.

Pasangan Suami Istri Pergi Berdua

Pada tanggal 18 Mei, sehabis menghadiri sidang putusan di Kantor Pengadilan Agama Malang, keduanya mendapatkan serifikat cerai. Setelah keluar dari kantor pengadlan, keduanya sepakat membelikan mainan dan oleh oleh untuk kedua anaknya.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menjelaskan, kejadian tersebut berawal saat korban yang sudah berproses cerai dengan pelaku pergi keluar berdua pada sore hari. Hingga akhirnya, keduanya secara spontan memutuskan untuk berkunjung ke rumah kerabat pelaku yang ada di Dusun Krajan, Desa Gondanglegi Kulon.

Korban Dijemput di Rumah Orangtuanya

Keduanya sepakat untuk jalan jalan karena kedua anaknya minta jajan dan mainan. Alimudin, janji akan menjemput istrinya. Pasangan suami istri itu sudah pisah ranjang. Wiwik Lestari, tinggal di rumah orangtunya.

“Pelaku menjemput korban di rumah orangtuanya. Setelah itu mereka pergi berdua dan akhirnya berhenti di rumah kosong itu sekitar pukul 17.00 WIB. Ternyata, rumah itu adalah milik kerabat pelaku. Makanya dia bisa masuk ke rumah tersebut,” ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Kamis (3/6/2021) malam.

loading…

Dugaan Perselingkuhan Picu Perang Mulut

Sepanjang perjalanan hingga dalam rumah kosong itu, keduanya cek cok. Perang mulut antara keduanya, membicarakan asal usul perceraian keduanya. Suaminya mengaku sudah mendengar perselingkuhan istrinya dengan pria lain.

Menurut Hendri, cekcok tersebut disebabkan pelaku yang mencurigai korban selingkuh. Namun dari keterangan tersangka, korban bersikukuh tidak mengaku. Hingga cekcok tersebut semakin memanas hingga berujung pada kematian korban sekitar pukul 17.21 WIB.

Adu Mulut Berakhir Cekik Leher

Cek cok dengan perang adu mulut di sebuah rumah kosong, berakhir, setelah Alimuddin tidak bisa mengontrol emosinya. Keduanya saling pukul. Tidak ada yang mengalah dan mengendorkan emosinya. Lelaki berusia 38 tahun itu, mencekik leher Wiwik Lestari, hingg napas berhenti.

Dalam keterangan pers di mapolres Malang, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, hasil pemeriksaa terhadap tersangka, dia mencekik leher korban, saat pertengkaran di mdalam rumah itu.

“Mereka bertengkar. Dari adu mulut sampai baku pukul. Lalu pelaku mencekik korban. Dari situlah korban duduk tak berdaya. Korban akhirnya tewas,” imbuhnya.

Pelaku Menyerahkandiri ke Mapolres

Pelaku atas nama Ali Muddin (38) ini menyerahkan diri ke Polres Malang pada pukul tujuh malam usai mencekik leher mantan istrinya yang bernama Wiwik Lestari (30). Dari pernikahan Ali dan Wiwik, keduanya telah dianugerahi dua orang anak yang masih kecil.

Sebelum dicekik, pasangan suami istri yang baru saja menjalani sidang perceraian itu sempat cekcok mulut dan bertengkar. Dari hasil identifikasi Tim Inavis Satreskrim Polres Malang, korban mengalami luka lebam bekas pukulan tangan di bagian tubuhnya.

Korban diketahui meninggal dengan bekas luka cekikan. Pelaku dijerat pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 ayat 3. Tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. ( mm )

Pos terkait