” Wacana ke depan , semua pedagang akan disediakan tenda tenda untuk tempat berjualan. Jadi sudah tidak lagi lesehan. Sesuai konsep awal biar rapi dan indah,” tegas Warih Ardata.
Sebelum itu direalisasikan masih kata Warih, pemdes akan musyawarah dengan perwakilan pedagang bersama pamong blok juga melibatkan lembaga desa untuk mencari solusi dan opsi lain untuk penataan pasar krempyeng sambikenceng agar lebih maju.
Tidak kalah pentingnya masih dijelaskan Warih, pemdes berharap pasar krempyeng sambikenceng bisa jadi sentral perdagangan hasil panen petani lokal. Baik hortikultura maupun tanaman pangan.

Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
” Insyaallah dengan rencana itu roda perekonomian masyarakat Katerban akan berjalan lancar. Karena pasar krempyeng adalah pusat pedagang mencari nafkah dan pembeli mencari barang,” imbuhnya.
Sebagai bahan informasi bahwa arti pasar krempyeng itu sendiri adalah pasar tradisional yang menjual barang-barang seperti sayuran, makanan, dan jajanan yang cepat habis atau “krempyeng” (cepat bubar).
Sehingga pasar tersebut buka dalam waktu singkat dan kemudian cepat tutup setelah barang dagangannya habis terjual.
Pasar ini sering kali tumbuh secara alami dan menjadi pusat kegiatan ekonomi sosial masyarakat setempat. ( Adi).












