Jakarta, Memo
Kabinet baru di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto diprediksi akan lebih “gemuk” dengan penambahan beberapa kementerian baru. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa pihaknya akan mempelajari dampak penambahan tersebut terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Penambahan kementerian ini menimbulkan kekhawatiran bahwa belanja negara akan membengkak dan berdampak pada beban fiskal pemerintah.
Sri Mulyani Teliti Implikasi Anggaran Kementerian Tambahan di Era Prabowo
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa pihaknya akan mengkaji alokasi anggaran untuk kementerian-kementerian baru di bawah pemerintahan Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Hal ini merespons adanya penambahan nomenklatur kementerian yang memicu anggapan publik bahwa kabinet tersebut akan menjadi lebih “gemuk”.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Penambahan jumlah kementerian ini menimbulkan kekhawatiran bahwa anggaran belanja negara akan semakin meningkat. Sri Mulyani menanggapi hal tersebut secara singkat usai menghadiri makan siang bersama Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (18/10/2024). “Nanti kita pelajari dulu ya,” ujar Sri Mulyani.
Di sisi lain, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman, mengungkapkan bahwa penambahan jumlah kementerian akan menambah beban pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, setiap kementerian baru memerlukan anggaran untuk menggaji pegawai dan menjalankan program-program terkait.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan












