Di langit ketujuh, Rasulullah bertemu Nabi Ibrahim yang duduk di Baitulmakmur. Dari sini, Rasulullah naik ke Sidratul Muntaha, tempat beliau menerima wahyu tentang kewajiban salat lima waktu langsung dari Allah SWT.
Awalnya, salat diwajibkan sebanyak 50 kali sehari. Namun, atas saran Nabi Musa, Rasulullah bolak-balik memohon keringanan hingga akhirnya menjadi lima waktu dengan pahala setara 50 salat.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
Makna Isra Mi’raj
Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh dengan hikmah dan pelajaran. Peristiwa ini menegaskan pentingnya salat dalam kehidupan umat Islam sebagai tiang agama dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup












