Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Mengungkap Keajaiban Isra Mi’raj: Perjalanan Nabi Muhammad ke Langit Ketujuh dan Wahyu Salat Lima Waktu

Avatar
×

Mengungkap Keajaiban Isra Mi’raj: Perjalanan Nabi Muhammad ke Langit Ketujuh dan Wahyu Salat Lima Waktu

Sebarkan artikel ini

MEMO – Isra Mi’raj adalah salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menjadi bukti kebesaran Allah SWT. Dalam perjalanan spiritual ini, Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa (Isra) dan kemudian dinaikkan ke langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha (Mi’raj).

Peristiwa ini diyakini terjadi pada tahun 620–621 M, tepatnya malam 27 Rajab pada tahun ke-10 kenabian. Kisahnya disebutkan dalam Al-Qur’an, seperti dalam Surah Al-Isra ayat 1 dan Surah Al-Najm ayat 13-18, yang menceritakan keajaiban perjalanan Nabi Muhammad SAW dan tanda-tanda kebesaran Allah yang diperlihatkan kepadanya.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Ayahnya, Megawati Pertegas Semangat Merawat Warisan Bung Karno 

Isra: Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa

Perjalanan dimulai saat Malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad dan membersihkan hatinya dengan air zamzam. Nabi Muhammad kemudian menaiki Buraq, hewan cepat yang membawanya dari Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Setibanya di Masjidil Aqsa, Rasulullah menunaikan salat dua rakaat dan menjadi imam bagi para nabi sebelumnya.

Dalam perjalanan ini, Rasulullah mengalami berbagai kejadian, seperti bertemu Jin Ifrit, mencium aroma harum dari seorang syahidah, serta menyaksikan pelajaran moral yang mendalam.

Baca Juga: Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

Mi’raj: Ke Langit Ketujuh dan Sidratul Muntaha

Dari Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melanjutkan perjalanan ke langit pertama bersama Jibril. Beliau bertemu Nabi Adam di langit pertama, disambut oleh Nabi Isa dan Nabi Yahya di langit kedua, serta bertemu Nabi Yusuf di langit ketiga. Di langit keempat, Nabi Idris menyambut Rasulullah, diikuti pertemuan dengan Nabi Harun di langit kelima dan Nabi Musa di langit keenam.

Di langit ketujuh, Rasulullah bertemu Nabi Ibrahim yang duduk di Baitulmakmur. Dari sini, Rasulullah naik ke Sidratul Muntaha, tempat beliau menerima wahyu tentang kewajiban salat lima waktu langsung dari Allah SWT.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Awalnya, salat diwajibkan sebanyak 50 kali sehari. Namun, atas saran Nabi Musa, Rasulullah bolak-balik memohon keringanan hingga akhirnya menjadi lima waktu dengan pahala setara 50 salat.

Makna Isra Mi’raj

Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh dengan hikmah dan pelajaran. Peristiwa ini menegaskan pentingnya salat dalam kehidupan umat Islam sebagai tiang agama dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.