Mengejutkan! Inilah Alasan Judi Online Bikin Keluarga Miskin

 MEMO.CO.ID, JAKARTAMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menegaskan perlunya tindakan tegas terhadap pemain judi online (judol). Menurutnya, sanksi tindak pidana ringan (tipiring) yang selama ini diberlakukan tidak cukup memberikan efek jera. Judol yang marak dapat menyebabkan kemiskinan dalam keluarga, sehingga pemerintah membentuk satuan tugas untuk memberantasnya.

Pemerintah Bentuk Satgas dan Rencana Penindakan Tegas

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa para pemain judi online (judol) selama ini lebih sering dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring). Namun, menurut Muhadjir, tindakan yang lebih tegas diperlukan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku, terutama karena judol bisa menyebabkan kemiskinan dalam keluarga.

Bacaan Lainnya

“Selama ini hanya dianggap sebagai tipiring. Mereka hanya dipenjara satu bulan dan kemudian dilepaskan. Sekarang harus lebih tegas, terutama bagi mereka yang menyebabkan keluarganya jatuh miskin harus dicari dan ditindak,” ujar Muhadjir di Kantor PP Muhammadiyah, seperti dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (18/6/2024).

Baca juga: Waspada! Ada 3,5 Juta Pemain Judi Online di RI, 80% Berasal dari Kelas Menengah Bawah
Muhadjir menjelaskan bahwa pemerintah kini telah membentuk satuan tugas (satgas) untuk memberantas judol. Menkopolhukam Hadi Tjahjanto ditunjuk sebagai ketua pengarah, sementara Muhadjir menjabat sebagai wakil ketua satgas tersebut.

Menurut Muhadjir, ada tiga skema untuk memberantas judol di Indonesia. Pertama, melalui pencegahan dengan memblokir semua situs judol. Kedua, melalui penindakan dengan menangkap dan menghukum para pelaku serta bandar. Ketiga, rehabilitasi bagi korban judol.

Muhadjir mengatakan bahwa rehabilitasi ini akan dilakukan bersama Menteri Sosial (Mensos) dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA). “Kita akan melihat bagaimana pencegahannya, apa hasil dari penindakannya, dan siapa saja yang menjadi korban dari penindakan tersebut. Itu nanti akan menjadi tanggung jawab saya,” jelasnya.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat bahwa nilai transaksi judi online di Indonesia mencapai angka yang fantastis. Nominalnya bahkan sudah melampaui Rp600 triliun.

Pos terkait