Wali kota perempuan pertama di Kediri ini menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus menyediakan ruang bagi anak muda dalam berekspresi. Ia berharap agenda sekreatif ini bisa menjadi wadah positif untuk menyalurkan energi pemuda ke arah yang produktif, sekaligus meminimalisasi potensi kegiatan negatif di jalanan saat malam takbiran.
Dalam festival kali ini, para peserta ditantang untuk mengombinasikan ketukan alat musik bambu dengan koreografi, pakaian adat, serta keselarasan lantunan takbir. Hasilnya, aransemen musik yang dihasilkan terdengar begitu harmonis dan berhasil memukau dewan juri serta penonton yang hadir.
Baca Juga: Mbak Wali Ajak Warga Rawat Tradisi Lewat Pergelaran Festival Kuliner Budaya Kediri yang Meriah
Bukan hanya soal piala dan gengsi, pergelaran ini juga terbukti membawa berkah ekonomi bagi para pelaku usaha mikro di sekitar lokasi acara. Lapak-lapak pedagang kaki lima dan asongan laris manis diserbu warga yang datang menonton sejak selepas waktu isya.
Melalui momentum festival ini, Pemkot Kediri berharap pesan perdamaian, kebersamaan, dan kelestarian budaya bisa tersampaikan dengan kuat ke seluruh lapisan masyarakat, sekaligus menjadi magnet wisata religi baru yang ikonik bagi kota di masa depan.
Baca Juga: Mbak Wali Terima Studi Tiru NTT Pamerkan Kunci Sukses Kerajinan Tenun Tradisional Kota Kediri











