” Dari informasi yang saya tangkap, cendela kaca, kayu runtuhan teras gedung juga paving halaman depan rumah sakit banyak yang hilang. Ini dampak nyata yang harus jadi perhatian pemerintah daerah,” tegas Karyo.

Diuraikan juga oleh Karyo yaitu dampak hilangnya Potensi ekonomi masyarakat. Khususnya bagi kelompok pedagang kaki lima yang setiap hari mangkal berjualan dekat area RSD Kertosono.
Dengan mangkraknya eks gedung RSD Kertosono selama 8 tahun dijelaskan Karyo juga membawa dampak serius pada citra buruk pemerintah.
Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
” Dengan mangkraknya rumah sakit milik daerah secara tidak langsung akan mencoreng citra pemerintah daerah. Tidak hanya dipandang dari mata masyarakat lokal saja, tapi dari mata masyarakat luar daerah akan menilai buruk terhadap citra pemerintah,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan PLT Camat Kertosono, Gunawan Wibisono kepada wartawan memo.co.id menambahkan, dengan tidak terurusnya eks gedung RSD Kertosono selama 8 tahun tersebut berdampak serius yaitu berpotensi mengurangi keindahan tata kota.
Pasalnya, lokasi eks gedung RSD Kertosono berada di jantung kota. Otomatis kalau area eks rumah sakit tersebut kumuh dan rimbun karena ditumbuhi tanaman liar maka bisa mengurangi keindahan lingkungan kota.
Harapanya masih kata Gunawan pemerintah daerah seyogjanya bisa merawat secara rutin. Minimal membersihkan rumput dan tanaman perdu yang memenuhi area eks rumah sakit. Kalau itu dibiarkan akan jadi sarang binatang buas.
” Kalau bisa gedung eks RSD Kertosono tersebut difungsikan kembali untuk perkantoran, atau opsi lain bisa disewakan pihak ketiga. Harapanya bisa untuk mendongkrak PAD,” ujar PLT Camat Kertosono diruang kerjanya hari ini ( Kamis,7/08/2025). ( Adi )












