“Kami menjelaskan pengertian bullying, jenis-jenisnya, dampak negatif bagi korban, serta sanksi bagi pelaku. Tujuannya untuk membangun kesadaran, mendorong pelaporan, melibatkan orang tua, dan menumbuhkan kesadaran hukum,” ujar Koordinator Posko Desa Tlagah, Silvi Antarini, Rabu (13/8/2025).
Ia menegaskan, sosialisasi ini menjadi langkah nyata mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif. “Perundungan dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Magetan Suratno Tersangka Kasus Korupsi Dana Pokir Ratusan Miliar
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Desa Tlagah, Hidayatul Mutmainnah, mengapresiasi inisiatif mahasiswanya. “Kami berharap program ini tidak hanya formalitas, tetapi benar-benar menjadi upaya pencegahan dan penanggulangan bullying di sekolah,” ujarnya.












