Melihat kondisi anaknya seperti itu masih kata Sugeng akhirnya dirinya minta ke kepala ruang Bougenville untuk di CT Scan. Tujuannya untuk mengetahui penyebab rasa pusing yang cukup hebat itu.
” Yang bikin kecewa dan kesal, saat diminta untuk dilakukan rekam medis ternyata CT Scannya sudah dua hari rusak. Kalau memang alat medisnya rusak kenapa harus menerima pasien laka. Seharusnya dijelaskan sejak awal biar tidak mengecewakan pasien,” imbuhnya.
Untuk diketahui pasien M.Rizal selama 36 jam berada di RSD Kertosono tapi tidak bisa mengetahui kondisi kesehatan yang sebenarnya pasca laka. Baru bisa diketahui saat dirawat di RSD Jombang ternyata telah mengalami penggumpalan darah di kepalanya.
Belum reda persoalan M.Rizal , kini disusul informasi mengejutkan juga dialami oleh pasien BPJS bernama KS asal Dusun Jabon Desa Drenges Kecamatan Kertosono.
Baca Juga: Terdidik Jiwa Nasionalis, SDP Jadi Denyut Nadi Wong Alit
KS diduga menjadi korban malpraktek dengan bukti telah menjalani operasi usus buntu selama 2 kali. Kini pasien dirawat di ruang Bougenville RSD Kertosono.
Dengan realita itu tampaknya menjadi perhatian khusus Komisi lV DPRD Nganjuk untuk mengetahui lebih dekat management dan kompetensi tenaga medis dalam menangani pasien.
Untuk mengetahui fakta dibalik peristiwa dugaan malapraktik ini tunggu edisi berikutnya di memo.co.id.. ( Adi)












