Example floating
Example floating
BLITAR

KONI Blitar Diambang Audit Total: Prestasi Jeblok, Ngutang Bonus Atlet

Prawoto Sadewo
×

KONI Blitar Diambang Audit Total: Prestasi Jeblok, Ngutang Bonus Atlet

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Imbas menunda pencairan bonus atlet peraih medali Porprov IX Jawa Timur 2025, dana hibah KONI Kabupaten Blitar bakal diaudit. Rencana diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i.

Baca Juga: Pansus LKPJ Minta Parkir RSUD Mardi Waluyo Gratis untuk Ringankan Pasien

Menurutnya, bonus atlet peraih medali sudah dialokasikan dalam nomenklatur anggaran dana hibah 2025.

“Mestinya dicairkan pada tahun yang sama. Berarti di tahun 2025 tidak direncanakan dapat bonus dong? Ini perlu diaudit,” kata Rifa’i kepada awak media.

Baca Juga: Bonus Emas Disiapkan, Atlet Blitar Dipacu Tampil Maksimal di Porprov Jatim

Sebelumnya, Wakil Bupati Blitar yang merangkap Ketua KONI Kabupaten Blitar, Beky Herdihansah menjanjikan atlet peraih medali emas akan mendapat 30 juta, perak 15 juta dan perunggu 10 juta. Kontingen Kabupaten Blitar diketahui menyabet 19 medali emas, 22 perak dan 43 perunggu.

Beky harus mencairkan dana 570 juta untuk peraih medali emas, 330 juta untuk perak dan 430 juta untuk perunggu. Total semuanya sekitar 1,3 miliar.

Baca Juga: Dugaan “Main Mata” Panitia Warnai Penjaringan PAW Desa Jambewangi

Sementara prestasi atlet KONI Kabupaten Blitar dalam Porprov IX diketahui jeblok. Hanya bertengger di peringkat 14.

Sedangkan pada ajang Porprov Jawa Timur tahun sebelumnya, atlet KONI Kabupaten Blitar berada pada posisi 8 besar.

“Yang memberikan bonus atlet ini KONI atau pemerintah daerah? Kalau berasal dari KONI, tentu bonus atlet sudah masuk perencanaan saat Dispora Kabupaten Blitar mengusulkan besaran dana hibah untuk KONI,” jelasnya.

Semua kebutuhan belanja KONI, termasuk bonus atlet Porprov IX Jawa Timur, kata Rifai tentu sudah dihitung dan diplot sesuai perencanaan. Menjadi aneh ketika pemberian bonus atlet tiba-tiba dinyatakan ditunda tahun depan (2026) dengan alasan efisiensi.

“Kalau ngasihnya tahun 2026 berarti masih mau minta hibah lagi untuk bonus atlet? Meminta pemkab menganggarkan lagi gitu?,” papar Rifai.