Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
TULUNGAGUNG

Kisah Apresiasi untuk Para Pejuang, Komitmen Bupati Tulungagung Jaga Penjaga Api Kemerdekaan

A. Daroini
×

Kisah Apresiasi untuk Para Pejuang, Komitmen Bupati Tulungagung Jaga Penjaga Api Kemerdekaan

Sebarkan artikel ini
Kisah Apresiasi untuk Para Pejuang, Komitmen Bupati Tulungagung Jaga Penjaga Api Kemerdekaan

Tulungagung, Memo
Kerutan di wajah dan langkah yang tak lagi sekuat dulu tak pernah menghapus jejak pengorbanan mereka. Para veteran, penjaga api kemerdekaan, kini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Komitmen itu disampaikan langsung oleh Bupati Gatut Sunu Wibowo usai peringatan Hari Veteran Nasional 2025. Bukan hanya janji, tetapi sebuah aksi nyata: siap membantu kursi roda bagi setiap veteran yang membutuhkan.

Baca Juga: Berburu Aliran Suap Gatut Sunu: Menguliti Skema ‘Arisan Culas’ 12 Bos Rekanan di Polda Jatim

Langkah ini menunjukkan betapa berharganya jasa para pejuang bagi pemerintah daerah. Bupati Gatut Sunu meminta Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Tulungagung, Kapten (Purn) Murdi, untuk segera mendata veteran yang mengalami keterbatasan mobilitas. “Jika ada veteran yang sakit dan membutuhkan kursi roda, akan kami bantu,” tegasnya, menegaskan bahwa bantuan fisik ini adalah wujud nyata kepedulian.

Namun, perhatian Tulungagung tidak berhenti pada bantuan fisik semata. Ada kekhawatiran yang lebih besar: memudarnya pemahaman sejarah di kalangan generasi muda.

Baca Juga: Kasus Korupsi Dana Desa Desa Tanggung Tulungagung, Seret Kades Dan Bendahara Ke Penjara

“Kami akan memfasilitasi permintaan Pak Murdi untuk mengumpulkan anak-anak muda agar mendapat pembekalan tentang nasionalisme,” ujar Bupati Gatut Sunu. Rencananya, sekitar 300 pemuda dari 19 kecamatan akan bertemu langsung dengan para veteran, mendapatkan pelajaran sejarah yang paling otentik dari mereka yang pernah berada di medan perjuangan.

Kapten (Purn) Murdi menyambut hangat inisiatif ini. Baginya, menanamkan jiwa dan semangat juang ’45 kepada generasi penerus adalah tugas mulia. “Generasi muda ini kelak akan menjadi pemimpin negeri. Mereka harus mengerti sejarah perjuangan agar bangsa tetap kuat dan tidak melupakan jati diri,” jelas Murdi, mengingatkan bahwa kekuatan sebuah bangsa terletak pada ingatannya akan masa lalu.

Baca Juga: Jemaah Haji Lansia Tulungagung Meninggal di Tanah Suci Akibat Sengatan Cuaca Ekstrem

Saat ini, Tulungagung memiliki 98 anggota veteran, termasuk enam pejuang kemerdekaan tahun 1945–1949. Mereka adalah saksi hidup sejarah, dan kisah mereka adalah pelajaran paling berharga. Dengan komitmen ini, Tulungagung tidak hanya merawat fisik para veteran, tetapi juga memastikan warisan semangat juang mereka tetap hidup di hati generasi penerus.