Example floating
Example floating
Home

Ketua MPR RI , ” 96 %, Budaya Musyawarah Mufakat Kalangan Petinggi, Sudah Melemah

A. Daroini
×

Ketua MPR RI , ” 96 %, Budaya Musyawarah Mufakat Kalangan Petinggi, Sudah Melemah

Sebarkan artikel ini

Oleh karena itu kata dia, MPR pernah melakukan survei untuk mengetahui apa yang sebetulnya yang terjadi. “Dari hasil survei itu sebetulnya yang menjadi masalah di implementasi,” paparnya.

Selanjutnya Zulkifli menyinggung implementasi sila kelima, yang berbunyi Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dia mempertanyakan selama 19 tahun masa reformasi, apakah keadilan sosial sudah terwujud di tengah-tengah masyarakat. Apalagi aturan itu tertuang dalam Pancasila dan undang-undang.

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan

“Sila kelima itu, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Peran negara 19 tahun terakhir ini bagaimana? Mana peran negara untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Untuk menguji implementasi keadilan sosial, dia meminta peserta seminar untuk angkat tangan, bila menganggap keadilan sosial sudah dilaksanakan negara. Tapi ternyata hanya satu peserta seminar angkat tangan, sisanya peserta yang berjumlah ratusan tersebut bungkam.

Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta

“Sekarang, di ruangan ini yang mengatakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menguat, angkat tangan. Ternyata hanya satu. Yang mengatakan melemah hampir semua,” tambahnya.

Bagi Zulkifli, persoalan yang dihadapi bangsa adalah soal inkonsistensi dan inkoheransi Pancasila, NKRI, UUD 45 dan apa yang terjadi. “Oleh karena itu kalau tidak tampak dalam implementasi, maka orang mulai meninggalkan. Sekarang banyak orang ngomong Pancasila tapi mengarang,” pungkasnya. (nu)

Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup