
FOTO : Aziz Kabul Budiono
NGANJUK,MEMO.CO.ID – Peluncuran program Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang Full Day School atau lazim diistilahkan belajar 8 jam masuk sekolah 5 hari mengundang pro kontra dikalangan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Seperti yang terjadi di Kabupaten Nganjuk, dengan kebijakan itu spontanitas mendapat penolakan keras dari kelompok kepala sekolah madin , kepala TPQ/TPA, pengasuh pondok pesantren dan masyarakat peduli pendidikan serta kelompok organisasi islam se Kabupaten Nganjuk.
Sikap penolakan tersebut rencananya akan diapresiasikan melalui sholat isthighosah dan do’a bersama di masjid agung Nganjuk pada Senin pagi (19/6) yang dilaksanakan sekitar pukul 08.00 WIB. ” Dalam acara ini akan dipandu oleh ketua rais syuriah PCNU Nganjuk KH.Ali Musthofa Said,” terang Aziz Kabul Budiono selaku pemrakarsa kegiatan ini.












