Kepada wartawan memo.co.id aktifis senior di kota angin ini secara blak blakan membuka data baru dengan kasus yang sama.
Tepatnya di ruang bersalin RSD Kertosono terdapat pasien ibu melahirkan berinisial ARS warga asal Ngronggot dengan usia baru menginjak 16 tahun status pelajar.
Baca Juga: Dari Tarian Matahari Suku Indian Sampai Pesan Politik 2027 Untuk SDP, Lanjutkan !!!!
” Pasca persalinan kondisi ibu dan bayi selamat. Hanya saja kondisi bayi sepertinya mengalami stunting,” ucapnya juga.
Ditanya penyebab utama maraknya kasus tersebut dikatakan Tanti Niswatin secara umum ada tiga faktor. Yaitu pergaulan bebas, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol, dan kurangnya pengawasan orang tua.
Disinggung soal dampak atas perbuatan tercela tersebut lebih jauh dikatakan Tanti Niswatin hanya satu jawan. Yaitu meningkatnya pengajuan permohonan dispensasi nikah di Pengadilan agama.
” Melihat fakta seperti ini tolong pihak dinas atau kantor terkait seperti Dinas kesehatan, dinas sosial atau PPKB segera mengambil langkah preventif. Jangan sampai muncul korban berikutnya,” pungkasnya.(Adi)












