Example floating
Example floating
Peristiwa

Jokowi Geram karena Insentif Nakes yang Cair Lambat

Alfi Fida
×

Jokowi Geram karena Insentif Nakes yang Cair Lambat

Sebarkan artikel ini
Jokowi Geram karena Insentif Nakes yang Cair Lambat
Jokowi Geram karena Insentif Nakes yang Cair Lambat

Jakarta, Memo
Presiden Joko Widodo geram soal pemberian insentif kepada tenaga kesehatan yang menangani COVID-19. Ia berpendapat prosesnya yang terlalu berbelit-belit.

Insentif yang dijanjikan pemerintah merupakan insentif bulanan. Maksudnya tenaga medis akan memperoleh tambahan pendapatan tiap bulannya dari pemerintah.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Tenaga medis yang menerima insentif di antara lain dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum dan dokter gigi Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta serta tenaga medis lain Rp 5 juta.

Tidak cuma itu, pemerintah pun mempersiapkan santunan kematian kepada tenaga medis yang gugur sebesar Rp 300 juta. Santunan ini cuma berlaku untuk daerah yang telah dinyatakan tanggap darurat.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Anggaran untuk insentif tenaga kesehatan sendiri disiapkan 2 saluran. Pertama pemerintah mengalokasikan dana Rp 3,7 triliun secara bertahap lewat Dana Alokasi Khusus (DAK). Anggaran itu untuk insentif tenaga kesehatan di daerah.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan di wilayah pusat diadakan lewat anggaran melalui Kemenkes anggarannya mencapai Rp 1,9 triliun. Tidak hanya itu disiapkan pula santunan kematian sebesar Rp 60 M.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum