Example floating
Example floating
KEDIRI RAYANGANJUK

Jaringan Gay Kediri Nganjuk di Akun Facebook;  Di Balik Kode ‘T’ dan ‘B’, Kisah Gonta-Ganti Pasangan Melalui Sosial Media

A. Daroini
×

Jaringan Gay Kediri Nganjuk di Akun Facebook;  Di Balik Kode ‘T’ dan ‘B’, Kisah Gonta-Ganti Pasangan Melalui Sosial Media

Sebarkan artikel ini

Kediri, Memo – Dunia maya, dengan segala kemudahan aksesnya, telah menjadi medan baru bagi komunitas gay di Kediri, Nganjuk, dan sekitarnya untuk menemukan pasangan.

Sebuah akun Facebook bernama “Gay Jaranan Kediri Nganjuk dan Sekitarnya” kini menjadi sorotan, bukan hanya karena keterbukaan identitasnya sebagai kelompok gay, tetapi juga postingan-postingan anggotanya yang “menjurus”, mencari pasangan kencan dengan menggunakan kode-kode tertentu.

Baca Juga: Askot PSSI Kota Kediri Halal Bil Halal!! Tomy Ari Wibowo Minta Sinergi Bareng Bangkitkan Sepakbola di Kota Tahu

Fenomena ini, menurut pengakuan seorang anggota komunitas, telah mengubah pola interaksi dan hubungan mereka, dari komitmen jangka panjang menjadi gonta-ganti pasangan yang lebih didasari kebutuhan sesaat.

Kode Rahasia dan Ribuan Pengikut di Grup Publik

Sebagaimana dikutip Memo.co.id, melalui  Radar JawaPos, akun Facebook “Gay Jaranan Kediri Nganjuk dan Sekitarnya” dengan mudah ditemukan oleh siapa pun yang berselancar di platform tersebut. Statusnya yang visible, alias dapat diakses publik tanpa perlu persetujuan admin, membuatnya menjadi wadah terbuka.

Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara

Jumlah anggotanya pun tak main-main, mencapai 3.500 akun yang mengikuti, menunjukkan skala jangkauan komunitas ini di ranah digital.

Yang membuat grup ini “mengerikan”, menurut pengamatan, adalah postingan para anggotanya. Mayoritas adalah ajakan mencari pasangan dengan kriteria yang sangat spesifik, mulai dari peran dalam hubungan, usia, hingga domisili. Ambil contoh, postingan “Cari T area Kandangan, Kepung, Puncu, Pare, dan sekitarnya“.

Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta

Seorang sumber yang mengaku paham seluk-beluk kelompok penyuka sesama jenis, sebut saja Sa, menjelaskan bahwa “T” adalah simbol dari top, mengacu pada peran seseorang sebagai “lelaki” atau dominan dalam hubungan sesama jenis.

Ada pula postingan yang lebih spesifik, seperti “Info B U20 area Kediri Selatan“. Sa kembali menjelaskan, “B” adalah simbol dari bottom, merujuk pada peran submisif atau “bawah” dalam hubungan seksual.

Sementara “U20” jelas-jelas menyiratkan target usia remaja di bawah 20 tahun. Penggunaan kode-kode ini menunjukkan adanya upaya untuk berkomunikasi secara terbuka di platform publik, namun dengan bahasa yang hanya dipahami oleh komunitas mereka.