Istiqomah Baca Surat Ini Hingga Ajal Menjemput, Allah Ampuni Semua Dosa dan Melunasi Hutangnya

  • Whatsapp
Barangsiapa ruhnya sudah terpisah dari jasad, adapun ia terbebas dari tiga perkara, maka ia akan masuk surga. Yaitu terbebas dari sombong, khianat, dan hutang

Memo.co.id |

Soal amal kebajikan dan ibadah orang yang meninggal dunia , Rasulullah tidak mengenal kompromi terhadap masalah hutang. Sebab, jiwa yang ada pada setiap muslim tergantung pada hutang. Jika seorang muslim tidak berhutang dan hutangnya sudah lunas, maka , jiwa yang telah mati itu, akan mudah dihisabnya. Dihisab dalam amaliyah, artinya dicatat oleh Allah sebagai kebaikan yang dilakukan selama di dunia.

Bacaan Lainnya

Jangankan, seorang muslim mengandalkan amalan ibadah sholat, puasa maupun umrah dan haji berkali kali, jika masih meninggalkan hutang, maka Allah SWT tidak akan menerima jasatnya. Barangsiapa ruhnya sudah terpisah dari jasad, adapun ia terbebas dari tiga perkara, maka ia akan masuk surga. Yaitu terbebas dari sombong, khianat, dan utang (HR. Ibnu Majah, no. 2412)

Beberapa hadist ini, mengisaratkan bagaimana berhutang, menjadi masalah serius hingga Nabi Muhammad SAW saja, pernah tidak mau menjadi imam sholat terhadap mayat yang masih memiliki dan meninggalkan hutang. Hadis hadit tersebut, dinyatakan hadit soheh dan dijadikan rujukan semua alim ulama, dalam menjalankan dakwahnya.

Barangsiapa ruhnya sudah terpisah dari jasad, adapun ia terbebas dari tiga perkara, maka ia akan masuk surga. Yaitu terbebas dari sombong, khianat, dan utang (HR. Ibnu Majah, no. 2412). من فارق الروح الجسد وهو بريء من ثلاث دخل الجنة من الكبر والغلول والدين
Hadis lain menyebutkan, نفس المؤمن معلقة بدينه حتى يقضى عليه
Jiwa orang mukmin bergantung pada utangnya hingga dilunasi (HR. Tirmidzi, no. 1078).

Memo hari ini, menulis tentang catatan Rasulullah SAW, ketika dimintai menjadi imam sholat untuk mayat yang memiliki hutang. Cerita ini disampaikan oleh Imam Muhammad Bin Abu Bakar dalam kitabnya, Al-Mawaidh Al-Ushfuriyah, pada hadis yang kelima belas. Namun, bukan masalah utangnya yang bisa diambil ibrah, tapi amalan masa hidupnya yang membuat kita takjub.

loading…

Pada suatu ketika, Nabi Muhammad saw. berada du pinggiran kota Madinah dan duduk duduk bersama sahabatnya. Pada saat yang sama, ada beberapa orang mendatangi dan lalu lalang di sekitar tempat duduk Nabi Muhammad. Orang tersebut, ternyata memang akan menemui Nabi Muhammad dan meminta untuk menjadi imam sholat mayit, terhadap orang yang baru meninggal dunia.

Nabi Muhammad SAW, bertanya pada orang orang tersebut. ” Apakah si mayat masih memiliki utang ? Orang orang itu langsung menjawab dengan pernuh hormat. ” Iya, betul. Mayat tersebut masih punya utang dengan jumlah sebesar empat dirham.”

Mendengar jawaban dari orang orang itu, Nabi Muhammad menolak untuk jadi imam sholat mayat. Muhammad berkata, ” Sholatkanlah laki laki itu oleh kalian, karena aku tidak mau menyalati orang yang memiliki hutang, dan meninggal dalam kondisi belum melunasi hutang hutangnya.” tutur Rasulullah SAW.

Namun, tidak lama berselang dari Nabi mengucapkan keengganannya untuk menyalati jenazah itu, Allah SWT, mengutus Malaikat Jibril untuk menemuinya. ” Wahai Rosulullah, Allah menguirimkan salam padamu. Shalatilah orang itu, dia sudah diampuni. Aklu sudah melunasi utangnya atas perintah Allah SWT. Katakan pada mereka, siapa saja yang ikut menyelatinya, maka ia juga akan diampuni,” terang Malaikat Jibril pada Nabi.

Nabi Muhammad SAW, merasa takjub pada jenazah itu. Mengapa bisa ia mendapatkan karomah tersebut ? Beliau pun menanyakan hal itu pada Malaikat Jibril. ” Itu semua karena dia istiqomaha, dalam membaca Surat Al Ikhlas tiap hari sebanyak 100 kali. Karena di dalamnya terdapat penjelasan tentang sifat sifat Allah SWT dan pujian untuk Nya.” jawab Malaikat. ( fal )

Pos terkait