Saat ini, museum tersebut memang sudah berdiri, namun hanya replika Harinjing yang mengisi kekosongan. Kehadiran prasasti asli di sanalah yang akan benar-benar menyempurnakan cerita, mengembalikan kepingan puzzle yang hilang.
Dukungan pun mengalir deras. Mustika, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, dengan antusias menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Bupati.
Baca Juga: KPK Selidiki Asal Muasal Uang Setoran Belasan Kepala Dinas Untuk Bupati Tulungagung
“Bupati Kediri punya semangat luar biasa dalam mendukung pariwisata dan kelestarian sejarah Kabupaten Kediri,” puji Mustika, menegaskan komitmen dinasnya untuk membantu merealisasikan kepulangan Harinjing.
Prasasti Harinjing sendiri bukanlah artefak sembarangan. Ditemukan di perkebunan Sukabumi, Desa Siman, Kecamatan Kepung, kaki Gunung Kelud, prasasti batu ini menyimpan narasi penting. Ditulis dalam aksara dan bahasa Jawa kuno, prasasti ini terdiri dari tiga piagam yang saling berkaitan.
Yang paling menakjubkan, angka 25 Maret tahun 804 M yang terukir di dalamnya telah diakui sebagai tanggal kelahiran Kabupaten Kediri. (Adv/Kominfo)
Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta












