Kediri, Memo
Jauh di jantung Jawa Timur, sebuah kota bernama Kediri berdenyut dengan kebanggaan akan sejarahnya yang kaya. Namun, ada ganjalan yang mengganjal hati warganya: Prasasti Harinjing, sebuah relik kuno yang bukan sekadar batu bertulis, melainkan penanda kelahiran dan cerminan kehidupan leluhur mereka, kini teronggok jauh dari tanah kelahirannya.
Baca Juga: Malam Tahun Baru di Kediri, Peresmian Jalan Stasiun dan 2.000 Porsi Pecel Gratis
Ironisnya, mahakarya bersejarah ini, yang menjadi ikon dan bahkan fondasi perayaan ulang tahun Kabupaten Kediri setiap 25 Maret, justru dipajang di Museum Nasional Indonesia, ribuan kilometer dari rumah asalnya.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana—akrab disapa Mas Dhito—lantang menyuarakan kerinduan kolektif ini. Dengan semangat membara, beliau menegaskan urgensi pengembalian prasasti asli Harinjing ke pangkuan Kediri.
“Prasasti Harinjing yang asli masih ada di Museum Nasional Indonesia,” ujar Mas Dhito, menyoroti fakta yang sulit diterima. “Dengan adanya pre-launching museum kali ini, kami dari Pemkab Kediri mendorong Pemerintah Pusat agar segera mengembalikan prasasti kebanggaan warga Kabupaten Kediri.”
Visi Mas Dhito tak hanya sebatas retorika. Beliau merencanakan rumah baru yang layak bagi Harinjing, sebuah Museum Kabupaten Kediri megah di Kecamatan Pagu.
Baca Juga: Skandal Seleksi Perangkat Desa Kediri Terbongkar, Unisma Akui Proses Ujian Tidak Benar Harus Dicabut
Saat ini, museum tersebut memang sudah berdiri, namun hanya replika Harinjing yang mengisi kekosongan. Kehadiran prasasti asli di sanalah yang akan benar-benar menyempurnakan cerita, mengembalikan kepingan puzzle yang hilang.
Dukungan pun mengalir deras. Mustika, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, dengan antusias menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Bupati.
“Bupati Kediri punya semangat luar biasa dalam mendukung pariwisata dan kelestarian sejarah Kabupaten Kediri,” puji Mustika, menegaskan komitmen dinasnya untuk membantu merealisasikan kepulangan Harinjing.
Prasasti Harinjing sendiri bukanlah artefak sembarangan. Ditemukan di perkebunan Sukabumi, Desa Siman, Kecamatan Kepung, kaki Gunung Kelud, prasasti batu ini menyimpan narasi penting. Ditulis dalam aksara dan bahasa Jawa kuno, prasasti ini terdiri dari tiga piagam yang saling berkaitan.
Yang paling menakjubkan, angka 25 Maret tahun 804 M yang terukir di dalamnya telah diakui sebagai tanggal kelahiran Kabupaten Kediri. (Adv/Kominfo)












