“Bapak Subandi dan Ibu Mimik adalah rekan seperjuangan kami. Saat Pilkada Sidoarjo, kami berjuang bersama mulai dari proses rekomendasi, pendaftaran ke KPU, kampanye, hingga pelantikan,” ujar Adam.
Ia menekankan bahwa perjuangan politik ini tidaklah mudah, penuh dengan pengorbanan waktu, tenaga, hingga materi, sehingga sangat disayangkan jika hubungan personal mengganggu jalannya pemerintahan yang telah diperjuangkan bersama.
Oleh karena itu, Adam mengajak semua pihak untuk kembali pada semangat awal perjuangan, yaitu mengedepankan pelayanan terhadap rakyat Sidoarjo. Ia menegaskan, masyarakat butuh kepastian dan hasil kerja nyata, bukan kegaduhan atau drama politik yang dapat mengganggu program pembangunan daerah.
Fokus pada Kepentingan Rakyat: Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan
“Partai Golkar berpandangan bahwa masyarakat Sidoarjo membutuhkan stabilitas dan kepastian, bukan kegaduhan politik,” tandas Anggota DPRD Jawa Timur itu.
Baca Juga: Sah!! Ahmad Baharuddin Wabup Resmi Dapat SK PLT Bupati Tulungagung
Adam kembali menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan, baik di lingkungan eksekutif maupun legislatif, untuk menempatkan kepentingan rakyat di atas segala-galanya. Soliditas dalam pemerintahan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kemajuan daerah.
Partai Golkar Sidoarjo juga berkomitmen untuk terus mengawal setiap program pembangunan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Sidoarjo.
Komitmen ini akan tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari segala dinamika atau riak politik yang mungkin terjadi di dalam pemerintahan daerah. Hal ini menunjukkan fokus Golkar pada hasil nyata dan kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar hiruk pikuk politik.












