“Karena sistemnya sangat efisien, termasuk dapur pusatnya, distribusi logistiknya, semuanya efisien,” jelasnya.
Gibran juga mengakui bahwa banyak negara di dunia yang telah menjalankan program makan siang gratis serupa. Dia berharap dapat mempelajari program-program yang sudah berjalan untuk diterapkan di Indonesia.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Selain produksi makanan dan distribusi, Gibran juga tertarik untuk meniru keterlibatan ahli gizi dalam program-program tersebut.
“Kami ingin belajar dari negara-negara lain yang telah melaksanakan program ini, bagaimana dampaknya terhadap anak-anak dan murid-murid. Kami juga ingin mempelajari bagaimana pendistribusian logistiknya, dapur pusatnya, dan juga keterlibatan ahli gizi dalam program-program tersebut,” paparnya.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Program Makan Siang Gratis ala India yang Diincar Gibran Rakabuming Raka
Gibran Rakabuming Raka, yang baru saja terpilih sebagai Calon Wakil Presiden, telah menyatakan ketertarikannya untuk meniru keberhasilan program makan siang gratis di India. Dalam dialognya dengan Duta Besar India, Gibran mencatat bahwa India hanya mengeluarkan anggaran sebesar 11 sen dolar AS per anak untuk program tersebut.
Ia berharap dapat mengimplementasikan skema yang sama di Indonesia dan mempelajari keterlibatan ahli gizi dalam menjalankan program tersebut. Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh Gibran menggambarkan upaya untuk meningkatkan akses pangan bagi anak-anak di Indonesia melalui kebijakan yang efisien dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional












