Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Gerindra dan PKS, Kemitraan yang Solid atau Retak Setelah Pilpres 2019?

Alfi Fida
×

Gerindra dan PKS, Kemitraan yang Solid atau Retak Setelah Pilpres 2019?

Sebarkan artikel ini
Gerindra dan PKS, Kemitraan yang Solid atau Retak Setelah Pilpres 2019?
Gerindra dan PKS, Kemitraan yang Solid atau Retak Setelah Pilpres 2019?

“Persepsi bahwa hubungan kami retak hanyalah masalah pandangan,” ujarnya.

Saat ini, PKS adalah satu-satunya partai dari Koalisi Perubahan yang belum didatangi oleh Prabowo, sementara PKB dan NasDem telah resmi menyatakan dukungan mereka dan bertemu dengan Prabowo.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

PKS sebelumnya telah mengundang Prabowo untuk hadir dalam acara halal bihalal seminggu yang lalu, namun Prabowo tidak bisa hadir.

Hendarsam menjelaskan bahwa ketidakhadiran Prabowo disebabkan oleh alasan keluarga.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

“Prabowo memiliki komitmen keluarga yang tidak bisa ditinggalkan. Selain itu, undangan yang dikirimkan adalah undangan terbuka, bukan khusus untuk beliau,” tambahnya.

Pemahaman Lebih Dalam Tentang Hubungan Gerindra dan PKS: Solid atau Retak?

Meskipun Hendarsam Marantoko dari Gerindra menyatakan bahwa hubungan dengan PKS tetap baik dan menghargai kemitraan lama, pertanyaan tetap muncul mengenai kekompakan kedua partai tersebut. Walaupun demikian, Hendarsam menegaskan bahwa persepsi mengenai retaknya hubungan tersebut hanyalah masalah pandangan.

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan

Di sisi lain, PKS yang belum didatangi oleh Prabowo dalam konteks pembentukan pemerintahan menyisakan tanda tanya tentang peran mereka di masa depan. Dengan demikian, walaupun ada kesan bahwa hubungan antara Gerindra dan PKS masih solid, namun realitasnya perlu dipertanyakan mengingat dinamika politik yang terus berubah pasca Pilpres 2019.