Namun, itu adalah data pada tahun 2020. Jika dilihat dari laporan keuangan Pertamina tahun 2021 yang telah diaudit, jumlah bonusnya ternyata lebih besar lagi.
Pasalnya, total kompensasi manajemen kunci dan dewan komisaris yang diterima pada periode hingga 31 Desember 2021 mencapai US$14,77 juta dan US$16 juta.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Manajemen kunci di sini merujuk pada para direktur dan personel lain yang memiliki peran penting dalam perusahaan. Mereka berhak menerima kompensasi sebesar US$14,77 juta atau sekitar Rp229,7 miliar (menggunakan asumsi kurs Rp15.558 per dolar AS) per tahun.
Jika dibagi rata kepada 6 Dewan Direksi Pertamina, setiap individu akan mendapatkan sekitar Rp38,29 miliar, termasuk Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Sementara itu, besaran bonus untuk Dewan Komisaris Pertamina adalah US$16 juta atau sekitar Rp248,7 miliar per tahun. Jika dibagi rata kepada 7 Dewan Komisaris, termasuk Ahok sebagai Komisaris Utama, masing-masing akan mendapatkan sekitar Rp35,5 miliar per tahun.
Gaji Petinggi PT Pertamina dan Sorotan Isu Pergantian Direksi Terkini: Berapa Besarannya?
Kesimpulannya, gaji dan bonus para petinggi PT Pertamina menjadi perbincangan hangat di publik. Besaran gaji dan bonus ini telah diatur melalui Peraturan Menteri BUMN dan berdasarkan laporan keuangan Pertamina yang diaudit, jumlah bonus tahun 2021 tercatat lebih besar dari sebelumnya.
Hal ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam pengungkapan informasi terkait kompensasi bagi para petinggi perusahaan negara.












