Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak akan mengabaikan permasalahan yang muncul akibat penggunaan sound horeg. Menurut Emil, isu ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas).
“Kami terus berkomunikasi karena ini masalah kamtibmas. Kepolisian juga punya kompetensi dan pemahaman yang sangat baik, jadi kami berkonsultasi,” ujar Emil, Sabtu (5/7/2025).
Emil juga menambahkan bahwa Pemprov Jatim telah mendengarkan aspirasi dari berbagai pihak, baik dari pelaku yang menggunakan sound horeg maupun masyarakat yang merasa terganggu. Ia mengakui bahwa ada tantangan yang harus diselesaikan bersama.
“Ada tantangan-tantangan yang harus kita pecahkan bersama. Masalah ini enggak boleh diabaikan,” tegasnya.
Terkait usulan adanya fatwa mengenai penggunaan sound horeg, Emil menyatakan pihaknya masih akan mempelajarinya lebih lanjut. Namun, ia menekankan bahwa penyelesaian masalah ini tidak hanya akan terpaku pada satu aspek saja.
“Kami juga sudah mulai berkomunikasi dengan semua pihak terkait, bagaimana solusi terbaik agar niat baik tidak menimbulkan masalah,” kata Emil.
Emil memastikan Pemprov Jatim berkomitmen mencari jalan tengah agar penggunaan sound horeg tetap dapat berlangsung tanpa merugikan atau menimbulkan keresahan di masyarakat. Solusi yang akan diambil akan mempertimbangkan seluruh aspek sosial dan hukum.
“Percaya sama saya, bahwa masalah sound horeg ini memang sedang dengan seksama kita cari solusinya. Enggak bisa dibiarkan apa adanya,” pungkas Emil.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












