“Kami tidak bisa terima, calon Kepala Desa Jambewangi terancam hanya ada dua, seorang bapak dan anaknya. Apa di Jambewangi gak ada orang lagi?” tegasnya.
Para tokoh masyarakat pun telah berupaya menyampaikan keberatan kepada pihak kecamatan selaku pembina. Mereka meminta agar dilakukan klarifikasi menyeluruh sebelum penetapan calon definitif.
Baca Juga: Menang jadi Ketua KONI Kota Blitar, Samanhudi Sentil Dugaan “Cawe-Cawe” Pemkot
“Kami berharap ada cross check dari pihak kecamatan. Sebelum ditetapkan, sebaiknya proses penjaringan ini dievaluasi. Bahkan kami menuntut agar pendaftaran yang sudah ditutup kemarin dibatalkan,” ujar Edi.
Ia juga mengingatkan bahwa situasi sosial di Desa Jambewangi cenderung sensitif setiap kali ada momentum politik seperti pilkades. Jika polemik ini tidak diselesaikan secara bijak, dikhawatirkan dapat memicu gejolak di tengah masyarakat.
Baca Juga: Didemo MAKI dan Aktivis, Pencalonan Eks Napi Korupsi Ketua KONI Kota Blitar Tuai Penolakan Keras
“Kami tidak bisa menjamin kondisi ke depan jika ini dipaksakan. Jambewangi punya sejarah dinamika yang cukup tinggi dalam setiap kontestasi,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Camat Selopuro, Eko Yudhi Prasetyo mengaku belum mengetahui adanya polemik ini. Dia menegaskan akan berkoordinasi dengan pihak panitia terkait tindak lanjut permasalahan ini.
Baca Juga: CV Lang Buana Kembangkan Benih Tebu Unggul untuk Dukung Swasembada Gula
“Kami belum mengetahui adanya persoalan ini. Soal kelengkapan dokumen, sebenarnya itu ranahnya panitia. Nanti kita akan koordinasi lagi, karena sampai saat ini panitia belum melaporkan ada berapa calon yang akan ditetapkan,” jelas Yudhi.
Sementara itu, Ketua Pantia PAW Kepala Desa Jambewangi, Imam saat dikonfirmasi membantah telah berlaku tidak adil. Dirinya mengaku pihak panitia hanya menjalankan sesuai ketetapan yang ada.
“Tidak benar, informasi tersebut gak masuk di panitia. Tidak ada toleransi dalam hal kelengkapan berkas, itu sesuai dengan apa yang sudah ditetapkan. Untuk informasi lengkapnya, ada di sekretariat karena semua dokumen di sana,” beber Imam.
Sebagai informasi, berdasarkan keterangan Imam, rencana penetapan calon PAW Kepala Desa Jambewangi akan dilakukan pada malam ini. Kondisi saat ini, dari 4 orang yang mengambil formulir, baru 3 orang yang melakukan pengembalian berkas.**












