Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Dugaan Kredit Fiktif di BRI Kediri, LSM Ngotot Tuntut Data Debitur dan Transparansi

A. Daroini
×

Dugaan Kredit Fiktif di BRI Kediri, LSM Ngotot Tuntut Data Debitur dan Transparansi

Sebarkan artikel ini
Dugaan Kredit Fiktif di BRI Kediri, LSM Ngotot Tuntut Data Debitur dan Transparansi

Kediri, Memo – Gelombang tuntutan terhadap transparansi pengelolaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Cabang Kediri kembali memanas. Selasa, 10 Juni 2025, pagi, puluhan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kembali menyambangi kantor BRI Cabang Kediri, dilanjutkan dengan kunjungan ke Kejaksaan Negeri Kota Kediri.

Mereka tetap ngotot menanyakan data debitur KUR dan, yang lebih mengejutkan, mengklaim memiliki temuan baru terkait dugaan kredit fiktif.

Baca Juga: KPK Selidiki Asal Muasal Uang Setoran Belasan Kepala Dinas Untuk Bupati Tulungagung

Revi Pandega, koordinator aksi, menyatakan bahwa kedatangan mereka ke BRI Cabang Kediri hari ini bertujuan untuk bertemu langsung dengan kepala cabang dan meminta data debitur KUR.

“Saya hari ini lakukan aksi lagi, meminta data debitur KUR di Kediri, karena kami menduga ada temuan baru mengenai kredit fiktif,” terang Revi, menunjukkan keseriusan organisasinya dalam mengawal isu ini.

Baca Juga: Askot PSSI Kota Kediri Halal Bil Halal!! Tomy Ari Wibowo Minta Sinergi Bareng Bangkitkan Sepakbola di Kota Tahu

Sayangnya, dalam pantauan di lapangan, para pendemo tidak berhasil ditemui oleh kepala cabang BRI Kota Kediri maupun perwakilannya. Kondisi ini membuat massa akhirnya memutuskan untuk bergeser ke Kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri, berharap mendapatkan respons dan perhatian dari aparat penegak hukum.

Di hadapan awak media, Revi menjelaskan lebih detail mengenai dugaan kredit fiktif yang mereka temukan. Ia menduga bahwa praktik kredit fiktif ini melibatkan pemalsuan data debitur.

Baca Juga: Terbukti Korupsi, Kades Pojok Wates Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp600 Juta

“Seperti, misal, kemarin kita ada data pihak debitur sudah meninggal 10 tahun yang lalu, bisa menandatangani akad kredit KUR sebesar 400 juta,” bebernya, memberikan contoh kasus yang sangat mencengangkan jika terbukti benar.