Tidak butuh waktu lama, sekitar pukul 19.00 WIB, Novian Risky akhirnya ditemukan. Ia ditemukan dalam kondisi kesakitan dan jelas tidak bisa berjalan sendiri. “Akhirnya dipapah tim BPBD,” tambah Joko Arianto, menggambarkan proses evakuasi awal yang sulit.
Melalui jalur yang licin, terjal, dan minim pencahayaan, tim penyelamat bergotong royong memapah Novian. Sekitar pukul 20.23 WIB, pendaki muda itu berhasil dievakuasi ke titik aman dan, yang paling penting, dipertemukan kembali dengan keluarganya.
Apresiasi dari Wali Kota dan Keluarga Korban
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, langsung menyampaikan apresiasi tinggi atas respons dan aksi cepat yang dilakukan tim gabungan. Ia menekankan bahwa program Lapor Mbak Wali 112 memang dirancang untuk memudahkan masyarakat melaporkan berbagai masalah dan keluhan, baik dalam kondisi darurat maupun non-darurat.
“Saya mengapresiasi kerja keras teman-teman yang telah melakukan penyelamatan ini. Memang saya ingin mewujudkan pemerintahan yang cepat tepat. Seperti kejadian ini ketika ada yang membutuhkan bantuan kita bisa cepat dalam memberikan pertolongan,” ujar Mbak Vinanda, menyoroti keberhasilan program tersebut dalam situasi darurat.
Kerabat Novian Risky juga tak mampu menyembunyikan rasa syukur mereka. Mereka sangat mengapresiasi program Lapor Mbak Wali 112 dan kesigapan tim dalam sinergi penyelamatan ini. “Terima kasih kepada semua pihak, tim penyelamat.
Dari program 112 ini, keponakan saya bisa diselamatkan. Terima kasih Bu Wali Kota (Vinanda Prameswati),” ucap kerabat pendaki tersebut, menegaskan kembali betapa pentingnya layanan darurat yang responsif ini bagi masyarakat.
Baca Juga: KPK Selidiki Asal Muasal Uang Setoran Belasan Kepala Dinas Untuk Bupati Tulungagung
Insiden ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu berhati-hati dan mempersiapkan diri, sekaligus menunjukkan betapa vitalnya sistem layanan darurat yang terintegrasi dan responsif seperti Lapor Mbak Wali 112 di Kota Kediri. ( ham )












