“Jika para pelaku usaha dari kecil hingga besar diberikan akses nyaman untuk berusaha dan perizinan lancar, tentu usahanya akan berkembang dengan baik,” ucapnya.
“Dan kalau usaha sudah berkembang, perekonomian masyarakaperekonomian masyarakat juga meningkatkerja pun semakin terbuka lebar,” lanjut Guntur.
Baca Juga: Tak Mau Maju Lagi, Agus Zunaidi Buka Jalan Regenerasi di PPP Kota Blitar
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa kesejahteraan masyarakat yang meningkat secara otomatis akan memberikan dampak positif pula bagi pemerintah daerah, terutama dalam hal penerimaan pajak dan retribusi.
“Kalau masyarakat sejahtera, tentu yang diuntungkan juga pemerintah. Dari sektor pajak tidak akan ada kendala, pungutan maupun retribusi lainnya bisa berjalan lancar,” terangnya.
Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029
Melalui kegiatan Klinik Investasi Keliling ini, Guntur berharap terjalin komunikasi dua arah antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Ia juga menilai bahwa forum seperti ini perlu digelar secara rutin untuk menampung aspirasi dunia usaha.
“Inilah salah satu harapan kita. Kolaborasi antara DPRD Provinsi Jawa Timur dengan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu yang hari ini juga hadir bersama stakeholder dan pelaku usaha,” tutupnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara para pelaku usaha dan perwakilan instansi terkait, yang diharapkan menjadi langkah awal perbaikan kebijakan investasi dan perizinan di wilayah Blitar Raya.**












