Example floating
Example floating
HumanioraSIDOARJO

Di Balik Bising Kereta: Kisah Yusuf, Ayah di Kolong Jembatan dan Secercah Harapan dari Kampung Halaman

A. Daroini
×

Di Balik Bising Kereta: Kisah Yusuf, Ayah di Kolong Jembatan dan Secercah Harapan dari Kampung Halaman

Sebarkan artikel ini
Kisah Yusuf, Ayah di Kolong Jembatan dan Secercah Harapan dari Kampung Halaman

Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto bergerak cepat, berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk melakukan evakuasi.

Kamis, 29 Mei 2025, menjadi hari di mana Yusuf dan Zafa meninggalkan dinginnya kolong jembatan. Mereka ditampung sementara di Liponsos Dinsos Sidoarjo. Subandi memastikan bahwa kondisi kesehatan keduanya baik saat dipertemukan kembali dengan keluarga.

Baca Juga: Cita-Cita Dokter di Tengah Gempuran Diabetes, Kisah Regina, Sang Pejuang Cilik dari Kediri

“Sehat sudah bawa keluarga kemarin ke Mojokerto,” ujarnya.

Plt UPT Perlindungan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Liponsos Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Yudi, menambahkan bahwa Yusuf dan Zafa telah bertemu dengan kakak pertama Yusuf di Jombang.

Baca Juga: Kisah Sukardi Yang Tak Kunjung Pulang, Usai Hilang di Tanah Suci, Ini Kata Keluarga di Malang

Secara administratif, Yusuf memang tercatat sebagai warga Mojokerto, namun ia telah lama terpisah dari keluarganya sejak kecil, menghabiskan masa remajanya di panti asuhan di sana.

“Sejak kecil dititipkan orangtuanya di panti asuhan daerah Mojokerto sana. Dia tidak pernah mendapat kasih sayang orangtuanya,” ungkap Yudi.

Baca Juga: Jeritan Gadis Belia di Balik Mimpi Sekolah dan Tirai Kemiskinan Hingga Cita cita Teracun

Yusuf adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Keputusan orang tuanya untuk menitipkannya ke panti asuhan dipicu oleh masalah keluarga dan kepergian ibunya merantau.

“Terus bapak pergi enggak tahu ke mana. Ibunya merantau, pulang-pulang meninggal semua. Yatim piatu (Yusuf),” lanjut Yudi.

Perjalanan hidup Yusuf dan saudara-saudaranya sempat membawa mereka ke pondok pesantren. Namun, setelah keluar dari sana, mereka kembali berpisah, menjalani kehidupan masing-masing. Adik Yusuf kini tinggal di Sidoarjo, sementara kakak pertamanya berada di Jombang.

Keterbatasan ekonomi membuat Yusuf hanya mengenyam pendidikan formal hingga bangku sekolah dasar. Namun, di balik minimnya pendidikan, ia memiliki keahlian di bidang otomotif. “Dia katanya bisa otak-atik mesin,” kata Yudi.

Keahlian inilah yang akhirnya menjadi jembatan harapan bagi Yusuf dan Zafa. Dinas Sosial Jombang, sebagai pihak yang berwenang di kampung halaman Yusuf, bergerak cepat untuk memfasilitasi pekerjaan di bidang otomotif bagi ayah muda itu.

“Tadi sudah diterima Dinsos Jombang untuk tindak lanjutnya,” pungkas Yudi.

Kisah Yusuf, dari dinginnya kolong jembatan di Sidoarjo hingga kembali ke Mojokerto dengan harapan pekerjaan baru, adalah cerminan dampak kemiskinan dan pentingnya uluran tangan sesama.

Di balik bising kereta api yang menjadi saksi bisu perjuangannya, kini tersemat secercah harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi Yusuf dan Zafa di kampung halamannya.
#BeritaLokal #KisahInspiratif #BantuanSosial