Jika ada anggota yang mengalami kesulitan, anggota lain turut membantu. Pendampingan dilakukan oleh Account Officer (AO) secara berkala, memastikan setiap usaha tetap berjalan dan berkembang.
Selain itu, PNM juga menyediakan skema pembiayaan berbasis syariah melalui Mekaar Syariah. Sistem ini menggunakan akad sesuai prinsip syariah seperti murabahah, wakalah, dan wadiah, tanpa bunga, namun tetap dengan pola pendampingan yang sama.
Baca Juga: Tak Mau Maju Lagi, Agus Zunaidi Buka Jalan Regenerasi di PPP Kota Blitar
Dampak Nyata untuk Jutaan Perempuan
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa selama lebih dari dua dekade, PNM menjalankan amanah negara untuk mendorong kesejahteraan masyarakat prasejahtera.
Baca Juga: Regenerasi Menguat, Muscab X PPP Kota Blitar Bidik Lonjakan Kursi 2029
“Selama 26 tahun, PNM berkomitmen menciptakan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Razaq Manan Ahmad menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan.
“Semakin kuat perempuan, semakin kuat bangsa,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa mayoritas pembiayaan PNM telah berbasis syariah, disertai dengan pendampingan agar para nasabah mampu berkembang secara berkelanjutan.
Hingga Februari 2026, PNM telah menjangkau sekitar 22,9 juta perempuan di lebih dari 60 ribu desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Capaian ini menjadikan PNM sebagai salah satu institusi pemberdayaan perempuan terbesar di dunia.
Program ini bukan sekadar soal modal, melainkan tentang membangun keberanian, kemandirian, dan masa depan yang lebih baik bagi perempuan Indonesia.**












