Example floating
Example floating
BLITAR

Dari Jalanan Menuju Kemandirian, Kisah Inspiratif Nasabah PNM Mekaar

Prawoto Sadewo
×

Dari Jalanan Menuju Kemandirian, Kisah Inspiratif Nasabah PNM Mekaar

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Air mata sering kali jatuh tanpa suara dari balik helm yang dikenakan Triyulianti. Di jalanan yang riuh, ia mengais rezeki sebagai pengemudi ojek online demi empat anaknya yang masih kecil. Hidup yang serba terbatas memaksanya menahan rindu, bahkan pada bayinya yang baru berusia tiga bulan.

Baca Juga: Tanam Tebu Perdana Program Bongkar Ratoon 2026 Dimulai, Kabupaten Blitar Optimistis Lampaui Target Nasional

“Setiap hari saya harus pergi meninggalkan anak yang masih bayi,” tuturnya pelan, menyembunyikan rasa perih di balik kesibukan.

Kisah serupa datang dari Novi, seorang sopir taksi yang menghabiskan hari-harinya di jalan sejak dini hari hingga malam. Semua dilakukan demi satu tujuan: masa depan anaknya.

Baca Juga: Polemik KONI Memanas Pemkot Kaji Opsi Penyaluran Dana Hibah Olahraga Langsung Ke Cabor Kota Blitar Demi Atlet

“Apapun akan saya lakukan demi anak saya,” ucapnya, dengan nada penuh tekad.

Triyulianti dan Novi hanyalah dua dari sekian banyak perempuan Indonesia yang memikul beban ekonomi keluarga. Mereka tidak hanya berperan sebagai ibu, tetapi juga tulang punggung yang menopang kehidupan. Di tengah keterbatasan, mereka tetap melangkah demi memberi harapan bagi keluarga.

Baca Juga: Perwosi Smash Turney 2026 Bikin Blitar Bergelora, Ribuan Penonton Serbu Arena Voli

Harapan Baru di Tengah Keterbatasan

Di tengah perjuangan perempuan prasejahtera, hadir PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai jembatan menuju kemandirian. Lembaga ini mengusung misi untuk membuka akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi pelaku usaha ultra mikro, khususnya perempuan.

Melalui program andalannya, PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), PNM tidak hanya menyalurkan modal usaha, tetapi juga memberikan pendampingan intensif. Para nasabah mendapatkan pembinaan rutin, pelatihan pengelolaan keuangan, hingga penguatan keterampilan usaha.

Salah satu kekuatan utama program ini adalah sistem kelompok kecil atau tanggung renteng. Dalam satu kelompok, para perempuan saling terhubung dan mendukung. Mereka bukan hanya penerima pembiayaan, tetapi juga bagian dari jaringan solidaritas.