Surokim juga menilai keputusan menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia yang berujung pada dicabutnya status tuan rumah Piala Dunia U-20 merupakan hal bertolak belakang dengan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ganjar Pranowo mengaku kecewa setelah FIFA membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Menurutnya, masih ada peluang Indonesia menjadi co-host Piala Dunia U-20.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
Ganjar mengatakan bahwa di awal-awal yang berkomunikasi sebelum dirinya mengeluarkan pernyataan kepada seluruh kementerian, termasuk PSSI adalah peluang co-host sehingga relasi antarnegara, konstitusi terpegang, dan olahraga berjalan.
Dalam situasi ini, Surokim menyarankan agar Ganjar Pranowo tidak bersikap reaktif terhadap banyaknya protes yang dilayangkan masyarakat, khususnya melalui media sosial. Ia menekankan pentingnya memperkuat strategi transfer device dan fokus kerja sebagai gubernur untuk memperbaiki kinerja Pemprov Jawa Tengah.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Meski ada potensi terancamnya elektabilitas Ganjar Pranowo, Surokim juga menyarankan agar Ganjar tidak bersikap reaktif terhadap protes dari masyarakat.
Surokim menyarankan Ganjar untuk memperkuat strategi transfer device dan fokus pada kinerja sebagai gubernur Jawa Tengah untuk memperbaiki kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Namun, Ganjar mengaku masih berharap Indonesia dapat menjadi co-host Piala Dunia U-20 meskipun sudah kecewa dengan pencabutan status tuan rumah.












