Example floating
Example floating
Home

Dampak Pencabutan Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Terhadap Elektabilitas Ganjar Pranowo

A. Daroini
×

Dampak Pencabutan Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Terhadap Elektabilitas Ganjar Pranowo

Sebarkan artikel ini

Pengamat politik dan peneliti senior dari lembaga Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, mengungkapkan potensi dampak pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U-20 terhadap elektabilitas Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Pengamat Politik: Elektabilitas Ganjar Pranowo Terancam Pasca Penolakan Timnas Israel

Penolakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, terhadap kedatangan Timnas Israel dalam turnamen Piala Dunia U-20 berujung pada pencabutan status Indonesia sebagai tuan rumah oleh FIFA.

Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional

Menanggapi hal ini, pengamat politik dan peneliti senior dari Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, mengungkapkan potensi dampaknya terhadap elektabilitas Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Seorang Pengamat Politik Menyebut Elektabilitas Ganjar Pranowo Terancam Setelah Dicabutnya Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Menurut pengamat politik dan peneliti senior dari Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, elektabilitas Ganjar Pranowo mengalami ancaman setelah FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 karena penolakan tim nasional sepak bola Israel.

Surokim mengatakan bahwa hal tersebut akan berdampak cukup signifikan pada elektabilitas Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Sebagai seorang pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim juga menyebut potensi jebloknya elektabilitas nama Gubernur Jawa Tengah itu, lantaran perhelatan Piala Dunia U-20 sudah dinantikan oleh masyarakat Indonesia.

Meskipun demikian, Surokim memandang langkah penolakan yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo sebagai cara menunjukkan loyalitas pada partai yang menaunginya, yakni PDI Perjuangan.

Namun, langkah penolakan yang akhirnya dilontarkan oleh Ganjar Pranowo pada akhirnya memunculkan polemik baru, khususnya di mata pecinta bola dan kaum milenial.