Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Nganjuk

Oktober 2026, Bulog Kediri Serap Gabah Petani Lampau Batas Target Hingga 107,87 %

Mulyadi Memo
×

Oktober 2026, Bulog Kediri Serap Gabah Petani Lampau Batas Target Hingga 107,87 %

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 01 25 at 18.27.20

NGANJUK, MEMO – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Kediri, Jawa Timur sampai memasuki minggu pertama di bulan Oktober 2026 kali ini tercatat realisasi capaian penyerapan gabah petani mencapai 79.277 ton.

Dari capaian itu menurut keterangan Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri Harisun, melampau target pengadaan gabah/beras Bulog Kediri pada tahun 2026 sebesar 73.489 ton setara beras.

“Jumlah realisasi saat ini terhitung per 8 Oktober 2026 mencapai 79.277 ton atau mencapai 107,87 persen dari target,” katanya.

Pihaknya juga terus melakukan penyerapan gabah petani. Bulog Kediri siap berkontribusi dalam menyerap hasil panen petani. Gabah diambil bekerja sama dengan para mitra yang tersebar di seluruh wilayah Bulog Kediri, yakni Kota/Kabupaten Kediri serta Kabupaten Nganjuk.

“Hingga saat ini kami masih menyerap hasil panen petani dari wilayah Kediri, Nganjuk dan sekitarnya”, ujarnya.

Sementara itu, Perum Bulog mencatat realisasi pengadaan beras mencapai 4,11 juta ton hingga 8 Oktober 2026 atau 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton, sekaligus menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah perusahaan tersebut.

Berdasarkan data Bulog, realisasi pengadaan beras melalui skema Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.115.014 ton setara beras. Capaian itu melampaui realisasi sepanjang 2025 yang sebesar 3.191.969 ton dan rekor sebelumnya pada 2012 sebesar 3,65 juta ton.

Seperti ungkapan Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani seperti dilansir sejumlah media di Jakarta mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh insan Bulog bersama para petani dan pemangku kepentingan di berbagai daerah.

“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang Bulog berdiri ini bukan sekadar angka,” kata dia.

Pihaknya mengungkapkan di balik capaian itu, ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh tim yang terkait.

“Di balik itu ada kerja keras, dedikasi, dan semangat insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik,” ujar Ahmad Rizal.

Ia mengatakan keberhasilan melampaui target tersebut menjadi bukti pelaksanaan penugasan pemerintah melalui kerja sama berbagai pihak dalam menyerap hasil panen petani dan memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Menurut dia, pencapaian itu juga didukung kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, petani, penyuluh, serta mitra kerja Bulog.

Ahmad Rizal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pencapaian tersebut. Ia berharap capaian itu menjadi dorongan bagi Bulog untuk terus membantu petani, menjaga ketersediaan pangan, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam pelaksanaan pengadaan 2026, Bulog mengoptimalkan jaringan pembelian di sentra produksi, kesiapan sarana penyimpanan dan pergudangan, serta percepatan penyerapan saat panen. Langkah tersebut dilakukan agar hasil panen petani terserap secara optimal sekaligus menambah stok pangan yang dikelola pemerintah.

Capaian pengadaan itu memperkuat peran Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.

Bulog menyatakan akan melanjutkan penyerapan beras hingga akhir 2026 melalui penguatan operasional dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan. ( Adi)