Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa Hukum

Bukan Kepala Bea Cukai Biasa Ini Sisi Lain Gatot Heroe Sang Tersangka

A. Daroini
×

Bukan Kepala Bea Cukai Biasa Ini Sisi Lain Gatot Heroe Sang Tersangka

Sebarkan artikel ini
Bukan Kepala Bea Cukai Biasa Ini Sisi Lain Gatot Heroe Sang Tersangka
Bukan Kepala Bea Cukai Biasa Ini Sisi Lain Gatot Heroe Sang Tersangka

MEMO, Jakarta – Dua tahun. Cuma butuh waktu segitu buat hartanya melompat dua kali lipat. Bukan Kepala Bea Cukai Biasa Ini Sisi Lain Gatot Heroe Sang Tersangka

Itulah salah satu fakta yang bikin sosok Gatot Heroe Hernanda tiba-tiba jadi sorotan. Sebelumnya, namanya nyaris tak pernah nangkring di headline media mana pun.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Sekarang situasinya terbalik. Ia justru duduk di kursi panas sebagai tersangka korupsi yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi, tepat saat masih menjabat Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kediri.

Angka yang Bikin Kening Berkerut

Coba tengok isi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya.

Sejak 2017, ia rajin melapor tiap tahun. Adem-adem saja. Sampai akhirnya di periode 2022 ke 2023, grafiknya melonjak tajam.

Tahun 2022, saat masih bertugas sebagai Kepala Subdirektorat Penindakan DJBC, kekayaannya tercatat Rp2,8 miliar. Setahun kemudian, angka itu nyaris berlipat ganda jadi Rp5,6 miliar.

Dokumen terbaru per 27 Februari 2026 pun makin menegaskan tren itu. Total hartanya kini bertengger di angka Rp5,9 miliar.

Isinya beragam: empat bidang tanah dan bangunan senilai Rp4 miliar, satu unit Honda CR-V seharga Rp500 juta, kas serta setara kas Rp1 miliar, ditambah harta bergerak dan lain-lain senilai ratusan juta.

Dari Kepri ke Meja Menteri, Lalu ke Kediri

Sebelum jadi sorotan, perjalanan kariernya justru terbilang mulus.

Tahun 2019, Gatot bertugas jauh dari Jawa, tepatnya di Kepulauan Riau, menjabat Kepala Bidang Penyidikan dan Barang Hasil Tangkapan Kantor Wilayah DJBC Khusus setempat. Bulan Juni tahun itu, ia bahkan didapuk membuka acara pelatihan di Balai Diklat Keuangan Pekanbaru.

Kariernya terus melesat. Agustus 2021, giliran Menteri Keuangan Sri Mulyani yang melantiknya langsung, kali ini sebagai Kepala Subdirektorat Intelijen di Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC.

Baru pada April 2026, wajahnya mulai wara-wiri di akun Instagram resmi Bea Cukai Kediri, salah satunya lewat dokumentasi kunjungan ke pabrik rokok lokal, sebagai bagian tugas barunya di kota tahu itu.

Menariknya, seluruh jabatan yang pernah ia emban selalu berkutat di ranah penindakan dan penyidikan. Ranah yang sama yang kini justru membuatnya berhadapan dengan penyidik KPK.

Namanya Terbongkar dari Mulut Orang Lain

Ironisnya, status tersangka Gatot bukan terungkap lewat pengumuman resmi KPK.

Justru bos importir PT Blueray Cargo, John Field yang lebih dulu membocorkannya ke wartawan usai diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih, Rabu (22/7/2026).

Kasus besar yang menyeretnya ini sejatinya sudah bergulir sejak Februari 2026, saat KPK menggelar operasi tangkap tangan yang menjaring beberapa pejabat DJBC, termasuk Direktur Penyidikan dan Penindakan DJBC periode 2024-2026, Rizal Fadillah.

John Field sendiri terbukti bersalah menyuap sejumlah pejabat bea cukai demi memuluskan urusan barang impornya. Bahkan dalam persidangan Mei lalu, jaksa turut menyeret nama Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi Utama, ke pusaran dugaan suap yang sama.

Rupanya, penyidik tak berhenti di situ. Penelusuran lanjutan akhirnya membawa nama Gatot ikut masuk daftar tersangka baru.

Kaitannya Masih Jadi Tanda Tanya

Sampai berita ini ditulis, KPK belum membuka secara gamblang seperti apa peran konkret Gatot dalam jaringan suap ini.

Satu hal yang bisa jadi petunjuk, latar belakangnya yang selalu berkecimpung di dunia penindakan dan penyidikan dinilai punya pola serupa dengan tersangka-tersangka lain yang lebih dulu tersandung kasus yang sama.

Publik pun kini menunggu, sejauh mana sebenarnya keterlibatan sosok yang dulunya nyaris tak pernah disebut media ini.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini