Hasil visum luar yang dilakukan menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, hanya ditemukan lebam mayat yang merupakan proses alami setelah kematian. “Menurut keterangan dokter jaga, korban baru saja bermain di kolam sekitar lokasi tersebut. Setelah diperiksa, sekitar pukul 16.30 WIB jenazah dibawa pulang oleh keluarga,” tambah Sujiono.
Keluarga Ikhlas Menerima Musibah
Meskipun diliputi duka mendalam, pihak keluarga korban dilaporkan menerima kejadian ini sebagai musibah. Ayah korban, yang saat ini berada di Kalimantan, telah melakukan panggilan video dan menyatakan keikhlasan mereka. “Kemarin dari pihak orang tua [ayah] di Kalimantan sudah video call, pasrah dan ikhlas. Itu musibah,” tutup Nurhadi.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Bupati Trenggalek Mas Ipin "Tersandra" di Arab Saudi
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan bahaya bermain di area bekas galian, khususnya bagi anak-anak. Kubangan bekas galian C seringkali memiliki kedalaman yang tidak terduga dan struktur tanah yang tidak stabil, menjadikannya lokasi yang sangat berisiko.












