MEMO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang sedang melanda beberapa wilayah di Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh keberadaan bibit siklon yang aktif di sekitar perairan Indonesia, yang berpotensi memicu hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Menurut Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, terdapat dua bibit siklon yang saat ini dalam pemantauan:
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
- Bibit Siklon 96S → Terletak di selatan Indonesia, lebih berpengaruh terhadap cuaca ekstrem di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
- Bibit Siklon 93W → Berada di Laut China Selatan, dekat Natuna bagian utara, dengan dampak yang lebih kecil di Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat.
Siklon tropis Taliah yang sebelumnya muncul di Samudera Hindia Selatan Jawa kini telah bergerak menjauh ke arah barat, sehingga tidak memberikan dampak signifikan bagi Indonesia. Namun, gelombang laut di Samudera Hindia Selatan masih bisa mencapai ketinggian hingga dua meter.
Sementara itu, bibit siklon 96S diprediksi memberikan dampak lebih besar, seperti:
Hujan lebat di Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT
Angin kencang yang dapat mengganggu aktivitas warga
Gelombang laut tinggi, bahkan dapat melebihi tiga meter di perairan selatan
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
“Dalam dua hari ke depan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah terdampak,” jelas Miming dalam wawancara , Senin (10/2/2025).












