MEMO – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi NasDem, Rajiv, meluapkan kemarahannya setelah menerima video viral yang menunjukkan praktik kecurangan sejumlah pedagang beras. Dalam video tersebut, beras subsidi dari Bulog (SPHP) diduga dipindahkan ke karung beras premium, lalu dijual dengan harga lebih tinggi.
Hal ini diungkapkannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) di Kompleks Parlemen pada Selasa (4/2/2025).
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Meskipun sepakat untuk melaporkan kasus ini kepada pihak kepolisian, Rajiv menegaskan bahwa akar permasalahannya terletak pada lemahnya pengawasan Bulog.
“Saya menerima video, kejadian ini terjadi di akhir Desember 2024. Beras Bulog dipindahkan ke dalam karung premium. Kepala Bapanas tadi bilang kalau ada tukar karung lapor polisi, saya setuju. Tapi bagaimana dengan fungsi pengawasan Bulog?” ujar Rajiv dalam RDP.
Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb
Rajiv juga menyoroti dampak lebih besar dari praktik curang ini terhadap program swasembada pangan nasional. Ia khawatir jika kasus ini dibiarkan, maka akan berdampak pada ketidakstabilan harga beras di pasaran dan menyulitkan petani saat musim panen.












