Bangkit Bersama Industri Olahan, Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Jatim

  • Whatsapp
Kepala Biro Perekomian Pemprov Jawa Timur, Ir.Tiat Surtiati Suwardi, M.Si
Kepala Biro Perekomian Pemprov Jawa Timur, Ir.Tiat Surtiati Suwardi, M.Si

Kediri, Memo

Di tengah menurunnya pertumbuhan perekonomian di semua daerah, Jawa Timur menemukan celah baru untuk melangkah lebih cepat dibanding daerah lain. Bahkan, Jawa Timur telah siap menjadi produsen produk halal terbesar di dunia. Kini, semua perangkat organisasi dan infrastruktur telah disiapkan Pemprov Jawa Timur.

Bacaan Lainnya

Kepala Biro Perekomian Pemprov Jawa Timur, Ir.Tiat Surtiati Suwardi, M.Si, saat memberikan materi pada webinar Pengembangan Industri Halal dalam mendorong pemulihan Ekonomi Daerah, yang diselenggarakan OJK Kediri, memastikan tentang support Pemprov Jawa Timur, mewujudkan Jatim sebagai pusat produsen industri halal.

Pada triwulan pertama tahun 2021 ini, kata Ir Tiat Surtiati Suwardi, MSi, berdasar grafik , sudah menunjukkan tren peningkatan. Peningkatan ekonomi di Jawa Timur, didapat dari peningkatan produk makanan dan minuman, industri obat tradisional dan pertanian.

Sektor Industri Pengolahan di Jatim Tumbuh

Pertumbuhan sektor industri pengolahan, khususnya industri makanan dan minuman alami peningkatan. Karena itulah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, mewujudkan salah satu daerah di Jatim, sebagai kawasan industri Halal pertama di Indonesia yang diberi nama Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS).

” Industri makanan dan minuman memegang peranan penting yang berpengaruh terhadap sektor industri pengolahan , sebesar 37,9 persen.” kata Tiat Surtiati Suwardi, MSi, mengambil data dari BPS Jatim 2021.

Peranan UMKM Terhadap Ekonomi Jawa Timur

Peranan UMM terhadap perekonomian di Jawa Tiomur, cukup besar, sekitar 57,25 prosen. Dari jumlah data itu, 28 % dari industri pengolahan makanan dan minuman. Besaran angka tersebut, tidak lepas dari perhatian dan keberpihakan Pemerintah Propinsi terhadap UKM di beberapa daerah di Jawa Timur.

” Terkait dengan industri pengolahan, kelompok pelaku UMKM memang paling berperan cukup tinggi terhadap perekonomian di Jawa Timur,” kata Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Pemprov Jatim, Tiat Surtiati Suwardi.

loading…

Sementara itu, tentang populasi UKM di Jawa Timur, usaha menengah sebanyak 0,70 %. Sedang untuk Usaha kecil sebanyak 5,92 %.

Sisanya, yakni Usaha kecil dan menengah, paling banyak, yaitu berkisar 93,37 %. Dengan data tersebut, usaha kecil menengah sangat mendominasi terhadap populasi UKM di Jatim.

Industri Pengolahan Sumbang Kegiatan Ekonomi dan Lapangan Kerja

Industri pengolahan memiliki peranan sangat besar sekali. Khususnya industri mekanan minuman yang dikelola oleh usaha kecil menengah. Dari data yang diinventarisir Disperinndag Jawa Timur, terdapat 821.236 unit usaha pengolahan . Dari jumlah tersebut, ada sekitar 796.947 unit usaha, dikelola usaha kecil menengah. Jumlah usaha yang dikelola usaha kecil menengah mencapai 97.03 %

Dari sisi sumbangan terhadap kegiatan ekonomi di Jawa Timur, UKM memiliki peran paling besar, dibanding industri besar, yang hanya 0,15 % atau 1.321 unit usaha. ” Data itu menunjukkan angka kelompok usaha kecil menengah dalam kegiatan menggerakkan ekonomi Jatim dari sektor industri pengolahan, sangat besar,” tambah Kepala Biro Perekonomian Tiat Surtiati.

Sementara itu, dari sisi penciptaan lapangan kerja, industroi pengolahan di Jawa Timur memberikan kontribusi terhadap lapangan kerja sebanyak 3.219.203 orang. Dari tiga juta lebih tenaga kerja tersebut, yang tersebar di usaha kecil sebanyak 1.852.973 tenaga kerja, atau dalam prosentase sebanyak 57,56 %.

Jika dibandingkan dengan industri besar, dalam kelompok industri pengolahan, hanya 11,95 % atau 384.895 tenaga kerja. Sisanya dari usaha menengah, yakni 981.535 atau 30,49%. ” Sekali lagi, kontribusi usaha kecil menengah sangat dominan terhadap perekenomian di Jawa Timur,” tambahnya.

Industri pengolahan, menjadi bagian yang penting untuk mendorong ekonomi Jawa Timur. Dalam perjalanannya memang industri yang paling menonjol sumbangannya pada PDRB di Jawa Timur adalah industri pengolahan makanan minuman sebesar 37,29 persen. Disusul industri yang terkait dengan tembakau sebesar 5,82 persen, dan industri kimia farmasi sekitar 8 persen. ( joko )

Pos terkait