Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Museum Keris Nusantara Solo, Tempat Belajar Sejarah Keris

A. Daroini
×

Museum Keris Nusantara Solo, Tempat Belajar Sejarah Keris

Sebarkan artikel ini
Museum Keris Nusantara Solo
Museum Keris Nusantara Solo

Museum keris Solo, menjadi tempat belajar tentang sejarah keris di tanah air. Selain sebagai cagar budaya, museum keris tersebut, menjadi sarana rekreasi yang edukatif, menambah wawasan tentang budaya peninggalan nenek moyang, yakni sejarah warisan budaya keris.

Museum Keris Solo dibangun oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman sejak 2013 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 9 Agustus 2017.

Baca Juga: Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

Museum ini sangat menarik, tidak hanya sebagai tempat pelestarian tetapi juga sebagai tempat belajar sejarah tentang keris, batik, dan Kota Surakarta.

Dahulu tempat ini tidak terurus dan terbengkalai. Namun, setelah direnovasi banyak menjadi perhatian masyarakat setempat dan masyarakat kota lain. Tempatnya yang nyaman, bersih, dan strategis karena berada di pusat kota membuat anak muda maupun orang dewasa dengan mudah mengunjungi museum ini dan sedikit belajar tentang sejarah yang ada.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Selain belajar, museum ini juga menyediakan caffetaria untuk berkumpul bersama menikmati berbagai menu yang sudah disediakan. Dan juga pengadaan taman yang didesain untuk bersantai maupun mengambil foto untuk kenang-kenangan maupun memenuhi feed Instagram.

Museum Keris Solo di buka mulai pukul 8 pagi sampai 9 malam, sedangkan café dan restonya mulai pukul 9 pagi sampai 10 malam. Untuk harinya, museum ini buka dari Hari Senin hingga Minggu. Untuk masuk ke dalam museum, pengunjung cukup membeli produk UMKM yang dijual. Barulah pengunjung dapat menikmati bagian dalam Museum Keris ini.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

Cara ini digunakan agar meningkatkan produksi dan mensejahterakan UMKM di Surakarta. Selama pandemi, museum ini tidak menutup jam operasional. Tidak ada hari khusus untuk jumlah pengunjung yang ramai karena museum ini bisa saja ramai sewaktu-waktu.

Oleh karena itu, pengunjung mewajibkan tetap menggunakan masker dan mematuhi protokol kesehatan. Bedasarkan narasumber, respon pengunjung terhadap Museum ini baik dan mereka berpesan agar museum ini jangan sampai punah. Sedangkan kesan dari pengunjung, tempat ini bersih, rapi sehingga nyaman dan direkomendasikan untuk dikunjungi. ( Shalsa Monika Margaretha )