Tak hanya soal pelayanan publik, Bambang juga menyoroti dukungan politik yang ia terima dari 16 anggota dewan di partai koalisi. Menurutnya, sinergi antara eksekutif dan legislatif akan sangat membantu dalam merealisasikan berbagai program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Blitar.
“Dengan dukungan dari 16 kursi koalisi di legislatif, Insya Allah program-program kami bisa berjalan seirama untuk kemajuan Kota Blitar yang kita cintai ini,” tambahnya optimis.
Sementara itu, calon wakil wali kota dari pasangan nomor satu, Bayu Setyo Kuncoro, menyoroti pentingnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam memaksimalkan anggaran. Menurutnya, kerjasama yang kuat antar lembaga pemerintah akan memastikan setiap dana yang dikeluarkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dengan pengawasan yang ketat, kita bisa memastikan bahwa setiap rupiah yang kita keluarkan akan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Bayu, seraya menambahkan rencananya untuk memperkuat pengawasan dengan menggandeng inspektorat dan BPKP demi menjaga kinerja aparatur pemerintah tetap optimal.
Debat publik ini menjadi momen penting bagi masyarakat Kota Blitar untuk melihat langsung program-program yang ditawarkan para calon pemimpin mereka. Dengan janji peningkatan pelayanan publik dan pengawasan yang lebih kuat, kedua pasangan calon berusaha untuk merebut hati warga demi menciptakan Kota Blitar yang lebih baik. **












